>

Adik-adik, jahiliyyah asalnya berarti kebodohan. Jahiliyyah adalah keadaan yang dialami bangsa Arab sebelum Islam. Dimana mereka jahil (bodoh) tentang Alloh, Rosul-Nya, dan syari’at agama. Mereka mempunyai perangai dan sifat-sifat yang jelek seperti: berbangga dengan nasab, dan lainnya. Jadi zaman jahiliyyah adalah masa sebelim pengutusan Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam, yaitu sebelum Islam. Manusia pada waktu itu berada dalam zaman jahiliyyah. Jahiliyyah pada masa itu berlaku secara umum.
Apakah jahiliyyah bisa terjadi pada umat ini? Jahiliyah bisa terjadi kembali, namun tidak secara umum. Bisa terjadi pada satu orang, tapi tidak pada semua orang. Bisa terjadi pada suatu daerah tetapi tidak terjadi pada semua daerah. Yang penting, setiap perkara yang menyelisihi ajaran Alloh dan Rosul-Nya, maka itu adalah jahiliyyah.

Jangan Tiru Perilaku Jahiliyyah. 

Setelah kita tahu bahwa Jahiliyyah bisa terjadi lagi pada sebagian orang, hendaknya kita tidak meniru perilaku jahiliyyah. Alloh telah memberikan peringatan:
“Apakah hukum Jahiliyyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Alloh bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al Maidah: 50).
Demikian juga Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Salllam juga pernah mengabarkan,
“Manusia yang paling dimurkai Alloh ada tiga:
1. Seorang yang menyimpang dari kebenaran di Kota Suci Makkah,
2. Seorang yang mengharapkan ajaran jahiliyyah dalam Islam,
3. Seorang yang berlebihan dalam menuntut darah seseorang tanpa cara yang benar dan tujuan untuk menumpahkan darahnya.”
(HR. Bukhari, diriwayatkan dari ‘Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhu).
Disarikan dari buku “Kisah-Kisah Berhala Jahiliyyah” karya Abu Muhammad Miftah. Penerbit Gema Ilmu – Yogyakarta, dengan sedikit edit dari redaksi).
Daftar Istilah (Glossary):
1. Nasab = keturunan, bisa dalam bentuk suku atau ras tertentu. Bisa juga keturunan dari suatu kabilah.