>

oleh: Al Ustadz Qomar Suaidi, Lc.
Dalam surat Qaaf, Alloh Subhanahu Wa Ta’ala menerangkan beberapa sifat penghuni neraka. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَقَالَ قَرِينُهُ هَذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ أَلْقِيَا فِي جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُرِيبٍ الَّذِي جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِي الْعَذَابِ الشَّدِيدِ
“Dan yang menyertai dia berkata: “Inilah yang tersedia pada sisiku telah siap.” Alloh berfirman: “Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala, yang sangat menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, yang menyembah sesembahan yang lain beserta Alloh, maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat.” (QS. Qaaf: 25-26).
Dalam ayat tersebut Alloh Ta’ala menerangkan bahwa qarin yang menyertai manusia, yakni malaikat yang ditugasi untuk mencatat amal bani Adam, mengatakan kepada Alloh, “Inilah yang tersedia pada sisiku telah siap.” Yakni orang tersebut dihadapkan kepada Alloh oleh malaikat beserta catatan amalnya yang lengkap, tanpa ditambah dan dikurangi, serta siap untuk diberi balasan, Alloh pun memerintahkan kepada kedua malaikat-Nya yaitu malaikat yang menggiringnya ke hadapan Alloh: “Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang menghalangi kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, yang menyembah sesembahan yang lain beserta Alloh maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat.”

 

Dalam Firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala tersebut terdapat enam sifat orang yang bakal dilemparkan ke dalam Jahannam:
1. Orang yang sangat ingkar:
Yakni mereka yang sangat kafir, dimana berbagai macam kekafiran mereka lakukan baik berupa perbuatan maupun ucapan. Atau mereka yang kekafiran itu telah menguat di qalbu-nya.
2. Keras kepala:
Yakni membangkang terhadap kebenaran, menghadapinya dengan kebatilan sementara ia tahu kebenaran itu. Kalaupun kebenaran itu ditawarkan kepadanya, dia tidak mau menerimanya walaupun kebenaran itu begitu jelas. Akibatnya, ia akan banyak berbuat maksiat, berani menerjang larangan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
3. Sangat menghalangi kebajikan:
Kebajikan disini berarti segala macam kebajikan. Seolah-olah dia mencari-cari segala macam kebajikan untuk dia halangi sehingga dia menghalangi segala macam amal baik, dan yang tersbesar adalah iman kepada Alloh, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan para rosul-Nya, serta menghalangi seseorang untuk berdakwah kepadanya. Ia juga tidak menunaikan apa yang menjadi kewajibannya, tidak mau berbuat baik, bersilaturahmi, dan bershodaqoh. Ia menghalangi dirinya sendiri untuk berjuang dengan harta dan badannya dalam perkara yang diridhai Alloh.
4. Melanggar batas:
Yakni melanggar batas-batas hukum Alloh dan melanggar hak-hak makhluk, sehingga ia berbuat jahat kepada mereka. Yakni, bukan saja dia menghalangi seseorang berbuat kebajikan, namun ia juga berbuat jahat kepadanya. Ini semacam perlakuan orang Quraisy terhadap Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam. Mereka melarang beliau berbuat baik sekaligus mereka berbuat jahat kepada beliau. Sebagaimana ia juga melampaui batas dalam membelanjakan hartanya. Qatadah rohimahullohu menafsirkan:
“Yakni melampaui batas dalam bicara, jalan dan segala urusannya.”
5. Lagi ragu-ragu:
Yakni tertanam dalam dirinya keraguan dan kebimbangan. Demikian juga, ia membuat keraguan pada diri orang lain, baik keraguan dalam hal janji Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, ataupun ancaman-Nya, sehingga tiada iman dan kebaikan dalam dirinya.
6. Yang menyembah sesembahan yang lain beserta Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:
Mencakup semua orang yang menghambakan diri dan menghinakan diri kepada selain Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Untuk orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut, Alloh katakan,
“Maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat.”
Dari Abu Sa’id Al Khudri rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Sebuah leher keluar dari neraka, ia bisa berbicara. Ia pun mengatakan, “Pada hari ini aku dipasrahi (menyiksa) tiga golongan manusia: setiap orang yang sombong lagi membangkang, orang yang menjadikan sesembahan selain Alloh bersama-Nya, dan setiap orang yang membunuh jiwa bukan karena qishash.” Sehingga leher tersebut melilit mereka dan melemparkan mereka ke dalam dahsyatnya azab Jahannam.”
(HR. Muslim).
Glossary:
  • Qalbu = hati. 

Dikutip dari Majalah Asy Syariah No.56/V/1431H/2009 halaman 54-55.