>

penang-bridge
Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran: 85).
Asy Syaikh Yahya Al Hajuri hafizahullohu menerangkan tentang ayat di atas dalam buku beliau berjudul “Mabadiul Mufidah fy at-Tauhid wa Al Fiqih wa Al-Manhaj” sebagai berikut:
Islam adalah Ash Shirath Al-Mustaqim (jalan yang terbentang lurus –red). Dalilnya hadits Nawas bin Sam’an rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata:
“…Ash Shirath adalah Islam….”
(HR. Imam Ahmad (4/182), dan hadits ini hadits shahih).

 Barangsiapa yang kokoh di atasnya (yakni di atas agama Islam) maka dia akan kokoh –Insya Alloh- di atas Ash Shirath, yaitu jembatan yang membentang di atas Jahannam. Dalilnya Firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:
وَإِنْ مِنْكُمْ إِلا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا
“Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Robb-mu adalah suatu keharusan yang sudah ditetapkan. Kemudian kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zhalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (QS. Maryam: 71-72).
Dan hadits Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu, bahwa Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“…Dan diutuslah amanah dan rahmat, kemudian keduanya berdiri di kedua tepi Shirath, kanan dan kiri. Maka melintaslah orang yang pertama bagaikan (kecepatan) petir, kemudian seperti angin, kemudian seperti burung dan laki-laki yang tangguh, mereka melintas sesuai dengan amalannya….hingga melemah amalan-amalan seorang hamba….dan di kedua ujung Ash Shirath terdapat Kalalib yang tergantung dan diperintahkan untuk mencabik-cabik orang yang dia disuruh untuk menyiksanya, hingga ada diantaranya yang tercabik-cabik namun selamat dan ada yang terlempar ke dalam neraka.”
(HR. Muslim).
Kalalib adalah besi yang bengkok atasnya, biasanya digunakan untuk mengambil daging dari periuk.
Dan dikeluarkan oleh Imam Al Bukhari dari hadits Abu Sa’id Al Khudri rodhiyallohu ‘anhu, bahwa Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Didatangkan Al-Jasru (jembatan), kemudian dibentangkan diantara dua punggung Jahannam.” Kami pun bertanya, “Wahai Rosululloh, apa itu Al Jasru?” Beliau menjawab, “Al Jasru adalah jembatan yang sangat licin dan menggelincirkan, di atasnya terdapat Khaththif dan Kalalib….maka diantaranya ada yang berhasil melintas dengan selamat, ada yang berhasil melintas namun tercabik-cabik dan ada pula yang terlempar ke neraka Jahannam.”
Dalam pembahasan ini, sepintas kita melihat ada jembatan “Ash Shirath” yaitu jembatan yang membentang di atas neraka Jahannam. Keberadaan “Ash Shirath” ini merupakan salah satu bagian daripada Iman kepada Hari Akhir dimana setelah manusia dibangkitkan, lalu mengalami fase hisab dan Ash Shirath ini adalah bagian yang dilewati atau bisa juga sebagai suatu penentuan apakah seorang hamba akan selamat ataukah akan celaka. Wallohu A’lam.