>

Dalam bukunya “Mabadiul Mufidah fy at-Tauhid wa Al Fiqih wa Al-Manhaj” Asy Syaikh hafizahullohu menguraikan pembahasan tentang makna syahadat “Laa Ilaaha Illallohu” dan Syahadat “Muhammadur Rosululloh”. Seperti apakah uraian yang disebutkan oleh Asy Syaikh? Marilah kita ikuti bersama:
1. Apa makna kalimat “Laa Ilaaha Illalloh”?
Makna kalimat “Laa Ilaaha Illalloh” adalah tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi kecuali Alloh. Dalilnya Firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan (Yang Haq) melainkan Alloh.” (QS. Muhammad: 19).
Dan Firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:
ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ
“(Kuasa Alloh) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Alloh, Dialah (sesembahan) Yang Haq.” (QS. Al Hajj: 62).

2. Apa Makna “Muhammadur Rosululloh”?
Maknanya, beliau adalah rosul yang diutus oleh Alloh kepada manusia secara menyeluruh, baik dari kalangan jin dan manusia. Dalilnya Firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا كَافَّةً لِلنَّاسِ
“Dan kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya.” (QS. Saba’: 28).
Dan dari Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu, bahwa Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Dan aku diutus kepada manusia seluruhnya….”
(HR. Muslim).
Dan merupakan suatu kewajiban bagi kita semua untuk mentaati dan membenarkan beliau serta menjauhi semua yang beliau larang. Dalilnya firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:
إِنْ كَانَتْ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ
“Inilah yang dijanjikan (Alloh) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rosul-rosul (Nya).” (QS. Yasin: 52).
Dan dari Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata, “Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Apa-apa yang aku larang kepada kalian daripadanya maka tinggalkanlah dan apa-apa yang aku perintahkan kepada kalian maka kerjakanlah dengan segenap kemampuan kalian.”
(Mutafaq ‘alaih).
Pelajaran yang bisa kita ambil dari pembahasan/uraian ini adalah:
  1. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala adalah sesembahan yang haq (benar). Adapun sesembahan-sesembahan selain dari Alloh (contohnya: patung, pohon, kuburan) adalah bathil.
  2. Rosululloh Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam diutus untuk seluruh umat, baik dari kalangan jin maupun manusia.
  3. Mentaati Rosululloh adalah suatu kewajiban.