>

Dalam bukunya “Mabadiul Mufidah fy at-Tauhid wa Al Fiqih wa Al-Manhaj” Asy Syaikh hafizahullohu menguraikan pembahasan tentang makna syahadat “Hak Alloh” dan “Bahaya Syirik”. Berikut pembahasannya:
1. Apa Hak Alloh yang harus ditunaikan oleh hamba-Nya?
Hak Alloh yang harus ditunaikan oleh hamba-Nya adalah mereka beribadah kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dalilnya hadits Mu’adz bin Jabal rodhiyallohu ‘anhu, bahwasannya Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Hak Alloh atas hamba-Nya adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Sedang hak seorang hamba atas Alloh. bahwa Alloh tidak akan mengadzab orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” 
(HR. Bukhari). 

2. Apakah Syirik itu?
Syirik adalah beribadah kepada selain Alloh Azza Wa Jalla. Setiap ibadah yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi Alloh, tatkala dipalingkan kepada selain Alloh adalah perbuatan syirik. 
Dalilnya Firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:
“Sembahlah Alloh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.” (QS. An Nisa’: 36). 
Pelajaran yang bisa kita ambil dari sini adalah:
  1. Hak Alloh yang harus ditunaikan hamba-Nya adalah beribadah hanya kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Apakah itu patung, kuburan atau benda-benda pusaka. 
  2. Hak seorang hamba atas Alloh adalah, Dia tidak akan mengadzab orang yang tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. 
  3. Ibadah yang ditujukan kepada selain Alloh, entah itu untuk patung, keris, kuburan, atau apapun, maka itu adalah perbuatan syirik. 

Wallohu A’lam bi Showab