>

Dalam bukunya “Mabadiul Mufidah fy at-Tauhid wa Al Fiqih wa Al-Manhaj” Asy Syaikh hafizahullohu menerangkan tentang hukum menggambar makhluk bernyawa. Berikut adalah pembahasannya:
1. Apa hukum menggambar makhluk yang bernyawa?
Menggambar makhluk yang bernyawa termasuk dosa besar. Dalilnya hadits Abdullah bin Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu, bahwa Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Sesungguhnya orang yang adzabnya paling dahsyat siksaannya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menggambar (makhluk bernyawa).”
(Muttafaq ‘Alaihi)
Dan dalam hadits Abu Juhaifah rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata:
“Rosululloh melarang dari uang hasil jual beli anjing, jual beli darah…..dan Rosululloh melaknat orang-orang yang menggambar makhluk bernyawa.”
(HR. Bukhari). 

2. Apa kaitannya menggambar makhluk bernyawa dengan kesyririkan?
Sesungguhnya menggambar makhluk bernyawa adalah bentuk penciptaan, sehingga seorang yang menggambar telah meniru dan menyamai Alloh dalam masalah penciptaan. Dalilnya hadits Aisyah rodhiyallohu ‘anha, bahwa Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Orang yang paling keras adzabnya pada hari kiamat adalah orang yang meniru ciptaan Alloh.”
(Muttafaq ‘Alaihi). 
Dan hadits Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu, bahwasannya Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: Alloh Ta’ala berfirman:
“Siapa lagi yang paling zhalim dari orang-orang yang mencipta seperti ciptaan-Ku.”
(Muttafaq ‘Alaihi). 
Pelajaran yang bisa kita ambil dari pembahasan ini adalah:
  1. Menggambar makhluk bernyawa adalah dosa besar. 
  2. Adzab yang paling keras adalah meniru ciptaan Alloh (dengan cara menggambar makhluk bernyawa). 
  3. Kezhaliman yang amat keras bagi perupa ciptaan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.