>

Kaum Musyrikin itu aneh sekali ya! Betapa banyak sesembahan mereka. Setiap Kabilah mengibadahi sesembahan yang berbeda-beda. Lalu yang manakah sesembahan yang benar?! Dengan akal sehat, kita bisa merenungkan, benarkah perkara yang demikian ini?! Kalau ada sesembahan bernama Alloh, sebagaimana yang mereka katakan, sungguh setiap sesembahan akan pergi dengan yang dia ciptakan. Masing-masing sesembahan itu akan berdiri sendiri dan bebas berbuat apa saja terhadap makhluk-makhluknya. Setiap sesembahan akan bersemangat untuk menghalangi dan mengalahkan sesembahan yang lain. Pastilah sebagian sesembahan akan mengalahkan yang lain. Kemudian yang menang itulah yang menjadi sesembahan. 

Bila sesembahan-sesembahan itu saling menghalangi, tidak mungkin akan ada alam ini. Tidak terbayangkan alam akan teratur seperti ini, dengan keteraturan yang membuat akal terheran-heran. Perhatikanlah matahari, bulan, serta bintang yang diam dan bergerak! Sejak diciptakan, makhluk-makhluk itu bergerak pada satu aturan dan satu susunan. Semuanya tunduk dengan Kekuasaan Sang Pencipta, diatur dengan sebuah hikmah untuk kebaikan makhluk semuanya. Tidak hanya terbatas pada satu makhluk, sehingga tidak berlaku pada makhluk yang lain. 
Kamu tidak akan bisa melihat sebuah cacat, ketimpangan dan pertentangan dalam pengaturan alam yang terkecilpun. Apakah dapat dibayangkan bahwa itu terjadi bila ada banyak sesembahan? Perhatikanlah ayat Al Qur’an berikut ini!
مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَهٍ إِذًا لَذَهَبَ كُلُّ إِلَهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلا بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Alloh sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada sesembahan (yang haq) beserta-Nya, kalau ada sesembahan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari sesembahan-sesembahan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Alloh dari apa yang mereka sifatkan itu, Yang mengetahui semua yang ghaib dan semua yang nampak, maka Maha Tinggilah Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al Mukminun: 91-92).
Sumber: Kisah-Kisah Berhala Musyrikin Jahiliyyah. Abu Muhammad Miftah. Penerbit Gema Ilmu – Yogyakarta.