>

Di antara berhala bangsa Arab yang terdahulu adalah Manat. Berhala ini milik Kabilah Hudzail dan Khuza’ah. Berhala ini terletak di Musyallal di tepi Laut Merah di dekat wilayah Qudaid. Al Musyallal adalah jalanan di bukit yang menurun ke arah Qudaid. 
Kemudian mereka menjadikan berhala Al Latta di wilayah Tha’if. Berhala ini milik Kabilah Tsaqif. Letaknya di menara masjid Tha’if sebelah kiri. Kemudian mereka menjadikan Al ‘Uzza di wilayah Wady Nakhlah Asy Syamiyyah di atas daerah Dzatu ‘Iraq. Berhala ini milik Quraisy, Bani Kinanah, dan kabilah-kabilah yang lain.
Inilah tiga berhala bangsa Arab yang paling besar. Setelah itu keyakinan semakin merebak dan berhala-berhala bertebaran di setiap tempat di Jazirah Arab.
Disebutkan bahwa ‘Amr bin Luhai mempunyai pembantu dari bangsa Jin. Jin ini memberitahukan kepadanya bahwa berhala-berhala kaum Nabi Nuh ‘alaihis salam, yaitu Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Naser, terpendam di wilayah Jeddah. Maka dia datang ke sana dan membongkarnya, lalu membawanya ke Tihamah. Setelah tiba musim haji, dia menawarkan kepadanya berbagai kabilah, sehingga mereka membawa berhala-berhala ini ke negeri-negeri mereka.

Berhal Wadd adalah milik Kabilah Kalb, di daerah Jarasy di wilayah Daumatul Jandal di Negeri Syam yang dekat dengan Iraq. Suwa’ adalah berhala milik Huzail bin Mudrikah di daerah Ruhath, yang termasuk wilayah Negeri Hijaz, dari arah pantai dekat Makkah. Sedangkan Yaghuts adalah berhala milik Bani Ghuthaif dari Bani Murad, yang terletak di wilayah Al Jurf di Negeri Saba’. Sedang Ya’uq adalah berhala milik kabilah Hamdan di daerah Khaiwan di Negeri Yaman. Adapun Naser adalah milik Kabilah Himyar milik keluarga Dzul Kila’ di Negeri Himyar.
Mereka telah membuatkan rumah-rumah untuk berhala-berhala yang mereka agungkan ini, sebagaimana mereka mengagungkan Ka’bah. Berhala-berhala ini mempunyai sadanah (para pelayan) dan hijab (kain penutup). Dan orang-orang musyrik juga menyembelih kurban (hadyu) untuk berhala-berhala ini sebagaimana yang dilakukan untuk Ka’bah, padahal mereka mengakui Ka’bah lebih mulia daripada berhala-berhala ini.
Kabilah-kabilah yang lain juga menempuh jalan ini. Mereka menjadikan berhala-berhala sebagai sesembahan-sesembahan selain Alloh. Mereka juga membuatkan rumah-rumah untuk berhala-berhala yang semisalnya. Berhala-berhala itu antaralain:
  1. Berhala Dzul Khalashah milik Kabilah Daus, Khats’am, dan Bujailah, di negeri Yaman, dan di negeri Tabalah yang terletak antara Makkah dan Madinah.
  2. Berhala Al Qalas milik Kabilah Bani Thayyi dan penyembahan di San’a milik penduduk Yaman dan Himyar.
  3. Berhala Riyam, yaitu sebgua rumah penyembahan milik Bani Rabi’ah bin Ka’ab bin Sa’ad bin Zaid, dan Manat bin Tamim.
  4. Berhala Al Ka’abat milik Kabilah Bakr bin Wail dan Taghib bin Wail, serta kabilah Iyad di daerah Sandad.
  5. Kabilah Daus juga mempunyai sebuah berhala yang dinamai dengan Dzul Kaffain.
  6. Kabilah Bakr bin Kinanah dan Malik bin Kinanah, serta Mulkan bin Kinanah mempunyai sebuah berhala yang dinamai Sa’ad/
  7. Satu kaum dari ‘Udzrah mempunyai berhala yang disebut Syams.
  8. Kabilah Khaulan mempunyai berhala bernama ‘Umyanis.
  9. Kabilah Bani Al Harits memiliki berhala yang disebut Dzu Syura.
  10. Kabilah Khuda’ah, Lakhem, Judzam, ‘Amilah dan Ghathafan memiliki berhala yang bernama Al Aqishar.
  11. Kabilah Muzayanah memiliki sebuah berhala yang disebut Nuhm. Dan mereka pun disebut sebagai hamba Nuhm.
  12. Kabilah ‘Anzah memiliki sebuah berhala yang bernama Sa’ir.
Demikianlah setiap kabilah mempunyai berhala. Setiap penduduk di Makkah juga memiliki sebuah berhala di rumah mereka. mereka mengibadahi berhala ini. Jika salah seorang dari mereka hendak mengadakan perjalanan, terakhir yang dia lakukan di rumahnya adalah mengusap berhala ini. Jika dia datang dari perjalanannya, pertama kali yang dia lakukan jika masuk ke dalam rumahnya adalah mengusap berhala ini.
Sumber: Kisah-Kisah Berhala Musyrikin Jahiliyyah. Abu Muhammad Miftah. Penerbit Gema Ilmu – Yogyakarta.