>

Kajian ini diambil dari buku “Bekal Bagi Penuntut Ilmu” karya 3 ulama, yakni Asy Syaikh Abdullah bin Shalfiq Adh-Dhafiri, Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin dan Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rohimahullohu. Pada bagian pertama kita akan membahas “10 Bekal Menuntut Ilmu” yang ditulis oleh Asy Syaikh Abdullah bin Shalfiq Adh Dhafiri hafizahullohu. Tulisan beliau ini diberi pengantar dan ditahqiq oleh Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi hafizahullohu.
Insya Alloh kita akan terlebih dahulu membahas point ke-1 dari 10 Bekal Menuntut ilmu yaitu Memohon Pertolongan Kepada Alloh

Manusia adalah makhluk yang sangat lemah, tidak ada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Apabila ia bersandar kepada dirinya sendiri, niscaya ia akan hancur dan binasa, namun apabila ia mau bersandar serta memohon pertolongan kepada Alloh dalam menuntut ilmu niscaya Alloh akan memberikan pertolongan kepadanya. Sesungguhnya Alloh telah menganjurkan hal ini dalam kitab-Nya yang mulia. Alloh Ta’ala berfirman:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” (QS. Al Fatihah: 5).

Dan Alloh Ta’ala berfirman:

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Alloh niscaya Alloh akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Alloh melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Alloh telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath Thalaq: 3).
Yakni Alloh memberikan kecukupan kepadanya.
Alloh Ta’ala berfirman:
قَالَ رَجُلانِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوا عَلَيْهِمُ الْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Alloh) yang Alloh telah memberi nikmat atas keduanya, “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Alloh hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Al Maidah: 23).
Dan Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam telah bersabda:
“Seandainya kalian mau bertawakal kepada Alloh dengans sebenar-benarnya niscaya Alloh akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Alloh memberikan rezeki kepada burung, pagi hari berangkat dalam keadaan temboloknya kosong (lapar), sore hari kembali dalam keadaan temboloknya penuh dengan makanan.”
(HR. Imam Ahmad (no. 1, 30 dan 52), At Tirmidzi (no. 3344) dan berkata, “Hasan Shahih”, Al Imam An Nasa’i dalam “Al Kubra” sebagaimana dalam “Tuhfatul Asyaf” (8/79), Ibnu Majah (4164), Ibnu Hibban (730), dan Al Hakim (4/318) dari sahabat Umar bin Khaththab rodhiyallohu ‘anhu. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Muqbil dalam “Ash Shahih Al Musnad” no. 982 dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam “Ash Shahihah” no. 310).
Dan rezeki yang paling besar itu adalah ilmu. Nabi kita Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam senantiasa bertawakal dan memohon pertolongan kepada Alloh Ta’ala dalam segala urusannya. Sebagaimana ditunjukkan oleh perbuatan beliau, ketika beliau hendak keluar rumah beliau senantiasa berdo’a,
“Dengan Nama Alloh (aku keluar). Aku bertawakal kepada Alloh dan tidak ada daya dan upaya melainkan atas pertolongan Alloh.”
(HSR. Abu Daud (544), At Tirmidzi (3487), dan Ibnu Majah (3884) dari Ummul Mukminin Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah rodhiyallohu ‘anha).
Pelajaran yang bisa kita ambil dari pembahasan ini adalah:
  1. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala adalah satu-satunya tempat kita untuk meminta pertolongan. Adapun jika kita meminta pertolongan kepada selain-Nya (e.g. kyai/orang sholih, dukun, kuburan, bintang-bintang) maka itu adalah perbuatan syirik yang tidak dibenarkan.
  2. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berkehendak atas segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini, termasuk salah satunya adalah mengatur pemberian rezeki kepada hamba-hamba-Nya.
  3. Rezeki yang paling besar adalah ilmu.
Allohu A’lam bi showab.