>

Kajian ini diambil dari buku “Bekal Bagi Penuntut Ilmu” karya 3 ulama, yakni Asy Syaikh Abdullah bin Shalfiq Adh-Dhafiri, Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin dan Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rohimahullohu. Pada bagian pertama kita akan membahas “10 Bekal Menuntut Ilmu” yang ditulis oleh Asy Syaikh Abdullah bin Shalfiq Adh Dhafiri hafizahullohu. Tulisan beliau ini diberi pengantar oleh Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi hafizahullohu.
Insya Alloh kita akan terlebih dahulu membahas point ke-2 dari 10 Bekal Menuntut ilmu yaitu Niat yang Ikhlas.

Hendaknya seseorang itu mengikhlaskan niatnya hanya untuk Alloh Ta’ala semata dalam menuntut ilmu, tidak berkeinginan sum’ah (agar didengar dan dipuji orang lain), tidak untuk terkenal dan tidak pula untuk mendapatkan harta benda dunia. Barangsiapa yang mengikhlaskan niatnya hanya untuk Alloh semata dalam menuntut ilmu niscaya Alloh akan memberikan taufik kepadanya dan memberinya pahala atas hal itu. Karena ilmu adalah ibadah bahkan termasuk ibadah yang paling agung.

Sedangkan suatu amalan tidak akan diterima (diberi pahala) kecuali apabila amalan tersebut ikhlas karena Alloh semata dan mengikuti Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam. Alloh Ta’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ
“Sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. An Nahl: 128).
Dan sebesar-besarnya takwa adalah mengikhlaskan niat hanya untuk Alloh Ta’ala. Orang yang berbuat riya’ (yaitu beramal agar dilihat dan dipuji orang lain) dalam menuntut ilmu hanyalah akan menambah siksa kelak di akhirat sebagaimana kisah tiga orang yang diseret ke dalam neraka di atas wajah-wajahnya. Salah satu diantaranya adalah seorang yang menuntut ilmu agar dikatakan sebagai orang ‘alim dan telah dikatakannya di dunia.
Disini Asy Syaikh hafizahullohu mengisyaratkan kepada sabda Rosululloh Shollallohu “Alaihi Wa Sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan yang lainnya dari sahabat Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu,
“Orang yang pertama kali diadili pada hari kiamat ialah orang yang gugur dalam peperangan. Ia didatangkan lalu Alloh memperlihatkan nikmatNya yang telah diberikan kepadanya hingga ia melihatnya seraya bertanya, “Apakah yang telah kamu perbuat atas nikmat-nikmat itu?” Ia menjawab, “Aku berperang di jalanMu hingga aku gugur sebagai syahid.” Alloh berfirman, “Kamu berbohong, sesungguhnya kamu berperang agar disebut sebagai pemberani dan sebutan itu telah kamu dapat.” Kemudian diperintahkan agar ia diseret dan dilemparkan ke neraka. Lalu seseorang yang belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al Qur’an didatangkan lalu Alloh memperlihatkan nikmatNya yang telah diberikan kepadanya hingga ia melihatnya seraya bertanya, “Apakah yang telah kamu perbuat atas nikmat-nikmat itu?” Ia menjawab, “Aku belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al Qur’an karenaMu.” Alloh berfirman, “Kamu berbohong, sesungguhnya kamu belajar ilmu supaya kamu disebut orang alim dan kamu membaca Al Qur’an supaya disebut sebagai qori’. Dan sebutan ini telah kamu dapat.” Kemudian diperintahkan agar ia diseret dan dilemparkan ke neraka. Kemudian orang yang Alloh luaskan dan karuniakan kepadanya kekayaan melimpah. Ia didatangkan lalu Alloh memperlihatkan nikmatNya yang telah diberikan kepadanya hingga ia melihatnya lalu bertanya, “Apa yang telah kamu perbuat atas nikmat-nikmat itu? Ia menjawab, “Aku tidak meninggalkan satu jalan yang Engkau sukai untuk bersedekah di dalamnya melainkan aku bersedekah di dalamnya karenaMu.” Alloh berfirman, “Kamu berbohong, sesungguhnya kamu melakukannya agar disebut sebagai dermawan dan sebutan ini telah kamu dapat.” Kemudian diperintahkan agar ia diseret dan dilemparkan ke neraka.”
(HR. Muslim dalam “Kitabul Imarah” (33 , 152)/(3/1514). Ahmad (2/322) dan An Nasa’i (6/21).
Pelajaran yang bisa kita ambil dari pembahasan ini adalah:
  1. Pentingnya niat dalam mengerjakan satu ibadah, termasuk menuntut ilmu.
  2. Ilmu termasuk ibadah bahkan ibadah yang paling agung.
  3. Alloh Ta’ala tidak akan menerima suatu amalan kecuali apabila amalan tersebut diikhlashkan hanya kepada-Nya.
  4. Orang yang pertama kali dilemparkan ke dalam neraka adalah seorang mujahid, penuntut ilmu, dan seorang dermawan yang senantiasa bersedekah. Namun niat mereka bukanlah karena mengharap ridha Alloh, melainkan hanya untuk dikenal dan mendapatkan kesenangan dunia.
Wallohu A’lam.