>Kajian ini diambil dari buku “Bekal Bagi Penuntut Ilmu” karya 3 ulama, yakni Asy Syaikh Abdullah bin Shalfiq Adh-Dhafiri, Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin dan Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rohimahullohu. Pada bagian pertama kita akan membahas “10 Bekal Menuntut Ilmu” yang ditulis oleh Asy Syaikh Abdullah bin Shalfiq Adh Dhafiri hafizahullohu. Tulisan beliau ini diberi pengantar oleh Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi hafizahullohu.

Insya Alloh kita akan terlebih dahulu membahas point ke-3 dari 10 Bekal Menuntut ilmu yaitu Tunduk, Berserah Diri kepada Alloh Azza Wa Jalla, serta Memohon Taufik dan Kekokohan.

Berdo’a kepada Alloh Ta’ala agar diberi tambahan kenikmatan dalam menuntut ilmu, karena sesungguhnya hamba itu lemah, sangat butuh kepada Alloh Ta’ala. Alloh Ta’ala sangat menganjurkan hamba-hamba-Nya untuk berdo’a dan memohon kepada-Nya dengan penuh ketundukan dan kerendahan hati. Alloh Ta’ala berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Robb-mu berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al Mukmin: 60).

Dan Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Sesungguhnya Robb kita (Alloh) turun setiap malam ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir seraya mengatakan: “Barangsiapa yang berdo’a kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan! Barangsiapa yang meminta kepada-Ku niscaya akan Aku penuhi permintaannya! Dan siapa yang meminta ampun kepada-Ku niscaya Aku ampuni!”
(HR. Bukhari (no. 1094, 5962) dan Muslim (758)).
Alloh Ta’ala telah memerintahkan Nabi-Nya untuk meminta tambahan ilmu, Alloh Ta’ala berfirman:
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ وَلا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَى إِلَيْكَ وَحْيُهُ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
“Dan katakanlah: “Ya Robbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS. Thaaha: 114).
Alloh Ta’ala berfirman mengisahkan do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam:
رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
“(Ibrahim berdo’a): “Ya Robbku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang sholih.” (QS. Asy Syuaraa’: 83).
Al Hikmah adalah ilmu, sebagaimana sabda Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam:
“Apabila seorang hakim berijtihad dan benar ijtihadnya maka baginya dua pahala dan apabila seorang hakim berijtihad dan salah dalam ijtihadnya maka baginya satu pahala.”
(HR. Bukhari dan Muslim dari sahabat “Amr bin Al-‘Ash).
Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam telah medo’akan Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu dengan kekuatan hafalan dan Ibnu ‘Abbas dengan ilmu. Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Ya Alloh! Pahamkanlah ia dalam permasalahan agama dan ajarkanlah kepadanya tafsir Al Qur’an.”
(HR. Ahmad dan Thabrani).
Alloh Subhanahu Wa Ta’ala mengabulkan do’a Nabi-Nya, sehingga Abu Hurairah tidaklah mendengar suatu perkataan dari beliau melainkan pasti ia menghafalnya, sedangkan Ibnu Abbas menjadi tinta umat dan penerjemah Al Qur’an.
Para ulama senantiasa berada di atas perilaku ini, tunduk dan meminta ilmu kepada Alloh Azza Wa Jalla dengan penuh kerendahan hati. Inilah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullohu biasa pergi ke masjid, sujud kepada Alloh dan berdo’a:
“Wahai yang telah mengajari Ibrahim ajarilah aku! Wahai yang telah memahamkan Sulaiman pahamkanlah aku!”
Alloh Azza Wa Jalla mengabulkan do’a beliau, sampai-sampai Ibnu Daqiqil ‘Ied mengatakan tentang beliau:
“Alloh telah mengumpulkan ilmu pada diri beliau hingga seakan-akan ilmu itu ada di antara kedua kelopak mata beliau, beliau tinggal mengambil ilmu itu apa yang dikehendaki serta meninggalkan yang dikehendakinya.”
Pelajaran yang bisa kita ambil dari pembahasan ini adalah:
  1. Anjuran sekaligus kewajiban bagi para penuntut ilmu untuk senantiasa berdo’a kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
  2. Nabi dan Rosul, serta orang-orang terdahulu telah memberi contoh kepada kita untuk berdo’a meminta tambahan ilmu kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
Wallohu A’lam bi Showab.