>

Termasuk perkara yang dimaklumi, telah dijelaskan di dalam hadits-hadits yang shahih bahwa para pengikut Dajjal dari penduduk bumi ini banyak sekali. Karena kuat dan kerasnya kedustaan serta penyesatannya dan sangat sedikit yang kokoh di atas keimanan. Para pengikut manhaj salag akan semakin bertambah kokoh dan kuat serta meyakini kebenaran manhaj Alloh dari Rosul-Nya yang murni, ketika melihat manusia terpecah berkeping-keping dan melihat kepada pengikut manhaj-manhaj yang sesat. 
Mereka mengetahui bahwa keadaan Islam sekarang dalam keadaan asing sebagaimana asingnya ketika pertama kali datang. Mereka mengetahui bahwa orang-orang yang berpegang dengan bimbingan agama di masa sekarang ini seperti orang yang memegang bara api, karena sedikitnya para pengikut kebenaran dan banyaknya pengikut kebatilan dan juga karena kezhaliman ahli kebatilan terhadap pengikut kebenaran yang sedikit jumlahnya.
Semuanya ini tidak menggiring mereka kepada keputus asaan serta lari dari rahmat Alloh. Tidak pula menjadikan mereka meninggalkan kewajiban-kewajiban dalam menyampaikan, berdakwah dan amar ma’ruf nahi munkar. Mereka bahkan terdorong untuk semakin mendekatkan diri kepada Alloh, dan ini merupakan udzur-nya (dihadapan Alloh).

 Mereka membaca firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala,
إِنَّكَ لا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya engkau tidak bisa memberikan petunjuk kepada siapa saja yang engkau cintai dan akan tetapi Alloh memberikan petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.” (QS. Qashash: 56).
Mereka membaca firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala,
وَالْعَصْرِ إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholih, serta orang yang saling nasihat-menasihati dalam kebaikan dan orang yang saling menasihati dalam kesabaran.” (QS. Al Ashr: 1 – 3).
Di dalam ayat ini ada dalil yang menunjukkan, bahwa terlalu banyak orang-orang yang merugi dan binasa serta sedikitnya orang-orang yang berhasil menang. Kita meminta kepada Alloh Ta’ala agar memberikan kita kekokohan dan terus-menerus berada di atas kebenaran, 
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
“Wahai Robb kami, janganlah Engkau sesatkan hati-hati kami setelah Engkau memberikan kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” (QS. Ali Imran: 8).