>

Dalam buku “Mabadiul Mufidah fy at-Tauhid wa Al Fiqih wa Al-Manhaj” Asy Syaikh hafizahullohu juga menguraikan beberapa permasalahan tentang Fiqih. Insya Alloh kali ini kita akan membahas tentang Air dan Hajat. 
1. Alloh menciptakan air dalam keadaan suci lagi mensucikan, yang dapat mensucikan najis dan hadats. 
Dalilnya adalah Firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:
وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا
“Dan  kami turunkan dari langit air yang amat bersih,.” (QS. Al Furqan: 48).
Firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:
وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ
“Dan Alloh menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu.” (QS. Al Anfaal: 11).
2. Apa yang diucapkan bagi orang yang ingin masuk ke WC (toilet)?
Dari Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu, beliau berkata, “Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam apabila beliau hendak masuk toilet (WC), beliau mengucapkan:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
“Ya Alloh, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan.” (Muttafaq ‘Alaihi).
3. Diantara adab-adab buang hajat:
Dari Salman Al Farisi rodhiyallohu ‘anhu, bahwasannya dia pernah ditanya oleh seorang Yahudi,
“Nabi kalian mengajarkan segala sesuatu kepada kalian hingga permasalahan hajat?! Salman menjawab, “Ya, beliau melarang kami menghadap kiblat ketika buang hajat atau kencing, atau beristinja (membersihkan kotoran setelah buang air) dengan tangan kanan, serta beristinja’ kurang dari tiga batu.”
(HR. Muslim)
Pelajaran yang bisa kita ambil dari pembahasan ini adalah:
  1. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan air dalam keadaan suci dan mensucikan. 
  2. Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam mengajarkan kita untuk membaca do’a ketika hendak masuk WC. 
  3. Larangan buang air besar dan buang air kecil menghadap kiblat. 
  4. Larangan istinja’ (cebok) dengan tangan kanan. 
  5. Larangan istinja’ (cebok) kurang dari tiga batu. 

Wallohu Ta’ala A’lam.