>

Dalam buku “Mabadiul Mufidah fy at-Tauhid wa Al Fiqih wa Al-Manhaj” Asy Syaikh hafizahullohu juga menguraikan beberapa permasalahan tentang Fiqih. Insya Alloh kali ini kita akan membahas tentang Sifat Wudhu Nabi.
Tata cara wudhu Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam yang paling baik.
  1. Beliau membasuh tangannya sebanyak tiga kali.
  2. Berkumur-kumur, ber-istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung) dan istinsyar (mengeluarkannya kembali) –beliau melakukan ketiganya secara bersamaan dengan satu kali cidukan tangan sebanyak tiga kali.
  3. Membasuh wajah, tiga kali.
  4. Membasuh kedua tangan sampai siku sebanyak tiga kali dan meneruskannya hingga ke atas.
  5. Mengusap kepala bukan dengan air sisa yang ada di tangan beliau satu kali, dimulai dari kepala bagian depan menuju bagian belakang hingga tengkuk kemudian mengembalikan ke tempat pertama mengusap.
  6. Mencuci kedua kakinya sebanyak tiga kali sampai ke mata kaki dan meneruskannya hingga sampai betis.
Cara wudhu’ Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam ini ditunjukkan oleh hadits ‘Utsman rodhiyallohu ‘anhu (Muttafaq ‘alaihi). 

Dan dalam tata cara wudhu’ ini terdapat tambahan-tambahan dari hadits-hadits lain yang shahih. Disunnahkan juga bersiwak (menggosok gigi dengan kayu siwak) sebelum sholat, sebagaimana ditunjukkan oleh hadits Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu, bahwasannya Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Kalau saja tidak akan memberatkan umatku niscaya aku perintahkan kepada mereka agar bersiwak setiap kali hendak sholat.”
(Muttafaq ‘alaihi).
Pelajaran yang dapat kita ambil dari pembahasan ini adalah:
  1. Tata Cara Wudhu sesuai dengan petunjuk Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam.
  2. Sangat dianjurkan juga ketika hendak sholat untuk bersiwak, selain dari berwudhu (yang wajib).
Allohu A’lam bi Showab