>

Dalam buku “Mabadiul Mufidah fy at-Tauhid wa Al Fiqih wa Al-Manhaj” Asy Syaikh hafizahullohu juga menguraikan beberapa permasalahan tentang Fiqih. Insya Alloh kali ini kita akan membahas tentang Hakikat dan Keutamaan Wudhu. 
1. Tidak sah bagi seseorang yang sholat kecuali dengan wudhu.
Dalilnya hadits Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu, bahwasannya Nabi Shollallohu “Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Tidak diterima sholat seseorang yang berhadats hingga dia berwudhu.”
(Muttafaq ‘Alaihi).
Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallohu ‘anhu, bahwasannya Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Tidak diterima sholat seseorang tanpa thaharah (bersuci).”
(HR. Muslim).
2. Anggota-anggota Wudhu’
  • Wajah, termasuk di dalamnya berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air ke lubang hidung).
  • Kedua tangan, masing-masing dibasuh hingga siku.
  • Kepala, diusap dengan sekali usapan.
  • Kedua kaki, masing-masing dibasuh hingga mata kaki.
Dalilnya Firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:
هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الأرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Hai orang-orang yang beriman apabila kamu hendak mengerjakan sholat maka basuhlah mukamu dan basuhlah kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (QS. Al Ma’idah: 6).
Juga berdasarkan hadits ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash rodhiyallohu ‘anhu, bahwasannya Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Celakalah tumit-tumit (yang tidak basah oleh air wudhu) dari siksa neraka.”
(Muttafaq ‘Alaihi).
 
3. Mendahulukan anggota bagian kanan pada wudhu’ memperpanjang al-Gurrah (cahaya yang timbul dari bekas air wudhu) dan At Tahjil (sinar putih pada tangan dan kaki).
Dalilnya hadits Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu, bahwasannya Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam mencuci bagian kanannya ketika berwudhu sampai lengan bagian atas, dan mencuci lengan kiri sampai lengan bagian atas, kemudian mengusap kepalanya, dilanjutkan mencuci kaki kanannya hingga ke betis kemudian mencuci kaki kiri hingga ke betis, kemudian beliau mengatakan:
“Kalian adalah orang-orang yang bersinar terang anggota wudhu’ kalian pada hari kiamat dikarenakan menyempurnakan wudhu’.”
(HR. Muslim).
Dan telah shahih dalam “Sunan Abu Dawud” dari hadits Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu, bahwasannya Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Apabila kalian memakai sesuatu dan apabila kalian berwudhu’ maka dahulukan yang kanan.”
Pelajaran yang bisa kita ambil dari pembahasan ini adalah:
  1. Berwudhu’ adalah termasuk rukun sholat. Ia tidak boleh ditinggalkan. Barangsiapa yang meninggalkan wudhu’ maka sholatnya tidak sah.
  2. Anggota-anggota wudhu terdiri dari kepala, wajah, tangan, dan kaki. Wajah termasuk berkumur dan memasukkan air ke lubang hidung. Kedua tangan dibasuh tiga kali hingga siku. Kepala dibasuh satu kali, dan kedua kaki dibasuh hingga mata kaki.
  3. Wajibnya membasuh kedua telapak kaki sampai dengan mata kaki.
  4. Wajibnya mendahulukan bagian kanan dalam berwudhu.
  5. Ghurrah dan Tahjil meliputi membasuh lengan kanan dan kiri hingga bagian atasnya, mengusap kepala, dan membasuh kedua kaki hingga betis (mata kaki).
Allohu A’lam bi Showab.