>oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Rabi bin Hadi Al Madkhali hafizahullohu.

Kebanyakan kitab-kitab Hadits sangat memperhatikan hadits-hadits yang berkaitan dengan i’tiqod (keyakinan) dan mencakup juga di dalamnya bantahan terhadap para penyelisihnya. 

1. Shahih Al Bukhari (Kitab yang paling utama). 
Imam Al Bukhari memasukkan dalam kitab Shahih beliau tiga kitab dalam masalah i’tiqod dan bantahan kepada Murji’ah (orang yang memisahkan amal dari iman. Sebagian mereka mengatakan, “Iman tidak akan rusak karena perbuatan maksiat dan ketaatan tidak bermanfaat bersama kekafiran). Kitab Tauhid mencakup bantahan terhadap kaum Jahmiyah. Kitab al-I’tisham bis Sunnah mencakup bantahan terhadap pengagung akal serta terhadap orang-orang yang mengingkari hadits ahad sebagai hujjah. 
2. Shahih Muslim. 
Imam Muslim memasukkan di dalamnya kitab al-Iman dan mencakup bantahan terhadap Qadariyah (pengingkaran terhadap takdir). 

3. Sunan Abu Daud. 

Abu Daud memasukkan dalam Sunan-nya kitab As Sunnah, mencakup bantahan terhadap Qadariyah, Murji’ah, Jahmiyah al-Mu’aththilah. Beliau bahkan meletakkan judul dan nama-nama kelompok tersebut seperti ucapan beliau dalam bab ar-Raddu ‘alal-Jahmiyah. 

4. Sunan Ibnu Majah. 
Al Imam Abu Abdillah Muhammad Yazid bin Majah meletakkan di dalam mukadimah kitab “Sunan” beliau tentang wajibnya mengikuti sunnah Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam kurang lebih sebanyak seratus halaman dengan jumlah hadits yang sebanyak 266 buah. Beliau mencantumkan bab-bab yang cukup banyak diantaranya bab “Fima Unkiratil Jahmiyah”. Beliau menyebutkan di dalam bab ini pengingkaran Jahmiyah terhadap ru’yatulloh (Alloh akan dilihat pada hari Kiamat), kalamulloh (Al Qur’an) sebagai kalamulloh dan Alloh beristiwa’ di atas Arsy-Nya. 
Beliau membawakan hadits-hadits yang merupakan bantahan terhadap mereka. Beliau menyebutkan juga Khawarij dan selain mereka dari kelompok-kelompok bid’ah dan bahkan beliau menulis satu bab keharusan ra’yu (pendapat-pendapat yang tidak ada dasar pijaknya). 
Kitab Tafsir

Yang dimaksud disini adalah kitab-kitab yang ma’tsur (bersanad) dan tempat-tempat (permasalahan ini) pada ayat-ayat sifat, seperti firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:
الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى
“Ar Rahman (Alloh) beristiwa di atas Arsy.” (QS. Thaha: 5).
Firman Alloh Ta’ala:
ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ
“Kemudian Dia (Alloh) beristiwa’ di atas Arsy.” (QS. Al A’raf: 54; Yunus: 3; Ar Ra’d: 2; Al Furqon: 59; As Sajdah: 4; Al Hadid: 4).
Firman Alloh Ta’ala:
لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ
“Kepada apa yang Aku telah menciptakannya dengan kedua tangan-Ku.” (QS. Shad: 75).

Firman Alloh Ta’ala:

بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ
 “Bahkan kedua tangan-Nya terhampar (terbuka).” (QS. Al Ma’idah: 64).
Firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:
تَجْرِي بِأَعْيُنِنَا جَزَاءً لِمَنْ كَانَ كُفِرَ
 “Yang berlayar dengan mata-mata Kami.” (QS. Al Qamar: 14).
Firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:
وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا
 “Robb-mu telah datang dan malaikat dengan bershaf-shaf.” (QS. Al Fajr: 22).
Dan selainnya dari ayat-ayat shifat (sifat Alloh Ta’ala). Termasuk dari sederetan tafsir salaf, yang sudah dicetak dan belum dicetak, dengan keistimewaannya memakai sanad artinya seorang mufassir menyebutkan sanad-sanad hadits sampai akhir, antaralain:
  1. Tafsir Ibnu Abi Hatim.
  2. Tafsir Abd. bin Humaid.
  3. Tafsir Ibnu Mardawih.
  4. Tafsir al-Baghawi.
  5. Tafsir ath-Thabari.
Dan juga termasuk di dalamnya:
  1. Tafsir ad-Dural-Mansur, karya Imam Suyuthi.
  2. Tafsir Ibnu Katsir.
(dari buku: “Adwa’un ‘ala Kutubus-Salafi fil-Aqidati”. Terjemahan: “Berkenalah dengan Salaf (Kajian Bagi Pemula)”, penerbit: “Maktabah Salafy Press – Tegal).