>

Kaum Khawarij adalah orang-orang yang suka dan rajin beribadah. Tampak pada mereka kebaikan dan ketakwaan. Di antara ciri-ciri mereka adalah berkepala gundul, berumur muda, dan juga sering menyebut-nyebut hadits Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam. Ketika Beliau Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam menyebutkan ketinggian tingkat ibadah mereka, beliau berkata:
“Salah satu diantara kalian pasti akan menganggap rendah sholatnya dibandingkan dengan sholat mereka, serta puasanya dibandingkan dengan mereka. Mereka tekun membaca Al Qur’an, namun bacaan tersebut tidak mampu melewati kerongkongan mereka.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhari no. 3414. 
Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam pernah ditanya, “Apa ciri-ciri mereka?” Rosululloh menjawab, “Al Tahliq atau At Tasbid.” Hadits ini diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhari no.7123.
At Tasbid maknanya adalah tidak meminyaki rambutnya. Al Tahliq maknanya adalah menggundul rambut kepalanya. [1]
Berkata Al Imam Abu ‘Ubaid, bahwa kedua perkara tersebut (yakni At Tasbit dan At Tahliq) bisa saja terjadi secara bersama-sama. Dinukil dari kitab Lisanul ‘Arab, III/202.
Telah diriwayatkan oleh Al Imam Al Fasawi dalam kitab sejarah beliau (I/522), salah satu pernyataan Ibnu ‘Abbas ketika beliau datang menemui kelompok Khawarij untuk berdialog dengan mereka, bahwa beliau berkata:
“Aku datang menemui suatu kaum yang aku belum pernah melihat satu kaum pun yang setinggi mereka tingkat kesungguhannya. Dahi-dahi mereka hitam (seperti bekas luka) akibat banyak bersujud, tangan-tangan mereka kasar bagaikan lutut unta. Mereka memakai pakaian yang tersuci bersih dan terkenal. Wajah mereka tampak lesu disebabkan sering begadang di malam hari (untuk beribadah)” –selesai Ibnu ‘Abbas–

 Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam pun menceritakan tentang ciri-ciri umur mereka, sebagaimana dalam sabdanya:
“Akan muncul di akhir zaman suatu kaum yang masih muda belia umurnya, dungu cara berpikirnya. Mereka berucap dengan sebaik-baik ucapan manusia [2]. Mereka melesat (keluar) dari (batas-batas) Islam seperti melesatnya anak panah menembus (tubuh hewan) buruannya. Tidaklah iman mereka mampu melewati kerongkongannya.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhari (hadits no. 3415, 4770)
Wallohu Musta’an.
(Disarikan dari Buku “Mengidentifikasi Neo-Khawarij sebagai Sejelek-jelek Mayat di Kolong Langit” karya Jamal bin Furaihan Al Haritsi. Rekomendasi Syaikh Sholih bin Fauzan bin ‘Abdullah Al Fauzan hafizahullohu. Diterjemahkan dan dijelaskan oleh Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh hafizahullohu. Penerbit Qaulan Sadida – Malang).
__________________
[1]. Disebutkan dalam Fathul Baari bahwa Al Tasbid semakna dengan At Tahliq. Namun ada sebuah pertanyaan yang perlu dikemukakan disini, yaitu apakah dengan ciri-ciri di atas berarti setiap orang yang menggundul rambut kepalanya dapat dipastikan bahwa dia termasuk kelompok Khawarij? Jawabannya adalah tidak. Karena maksud dari ciri-ciri tersebut adalah Kaum Khawarij menjadikan gundulnya rambut kepala sebagai ciri khas mereka waktu itu. Sementara para salaf tidaklah menggundul rambut kepalanya kecuali untuk tahallul saat melakukan manasik haji atau suatu kepentingan tertentu lainnya.
Kalau ada yang mengatakan, bahwa kita tidak mendapati ciri-ciri tersebut, termasuk pada pihak-pihak yang dikatakan sebagai Khawarij pada masa ini. Menjawab hal ini, kami kemukakan disini salah satu penjelasan Al Hafizh Ibnu Hajar ketika menerangkan tentang makna-makna At Tasbit atau At Tahliq, beliau berkata:
“Bisa saja yang dimaksud dengannya (At Tasbid atau At Tahliq) adalah penggambaran sikap ekstrem mereka (kaum Khawarij) dalam melakukan pembunuhan serta untuk lebih menekankan tentang penyimpangan mereka dalam urusan agama.”
(Fathul Baari).
[2]. Berkata Al Hafizh Ibnu Hajar, “Bahwa yang dimaksud dengan ‘sebaik-baik ucapan manusia’ adalah Al Qur’an. Atau juga bisa bermakna bahwa mereka berucap dengan kata-kata yang baik secara zhahir, namun hakikat sebenarnya tidak demikian. Seperti pernyataan mereka ‘Tidak ada penentuan hukum kecuali milik Alloh,’
Kalau di masa kita ini, banyak sekali pihak-pihak atau kelompok-kelompok yang menyeru dengan seruan-seruan yang nampak baik secara zhahir, dipimpin oleh orang-orang muda secara umur atau orang-orang yang dungu dalam berpikir, seperti seruan penerapan Syari’at Islam, menegakkan Khilafah Islamiyah, membela nasib rakyat, amar ma’ruf nahi munkar, dan berbagai seruan lainnya yang secara zhahir berkesan baik, namun ternyata berbagai seruan tersbeut jauh dari bimbingan para ulama generasi salaf dan para ulama pengikut jejak mereka, baik dalam tinjauan makna yang mereka inginkan atau pun praktik pergerakan mereka di lapangan.
Kami yakin tak seorang pun yang mengaku Muslim dan cinta Islam yang tidak menginginkan tegaknya Islam atau berdirinya Khilafah Islamiyah. Namun yang menjadi pertanyaan adalah, Syari’at atau Khilafah Islamiyah model apa yang diinginkan? Dengan cara apa Khilafah Islamiyyah ditegakkan dan Syari’at Islam diwujudkan?