>

Dalam berkunjung manusia ada yang bersikap berlebih-lebihan dan ada yang sangat menyepelekannya. Banyak berkunjung dan berkumpul adalah tali pengikat dan penguat rasa kasih sayang dan persaudaraan. Selain itu, ia juga menambah keimanan seorang hamba ketika ia dekat dengan saudara-saudaranya. Tapi apabila sebuah perkumpulan itu tidak dimanfaatkan untuk menambah ilmu atau untuk saling menasihati, maka pada beberapa kesempatan kita diwajibkan meninggalkannya, 
Jika anda perhatikan, ada orang yang baik pagi maupun sore selalu berkumpul dengan orang lain. Bahkan diantara manusia ada yang setiap hari berpindah-pindah dari dua atau tiga orang untuk berkumpul. Kami yakin sebagian kita mendengar tentang adanya orang yang berkumpul dengan teman-temannya dua atau tiga kali setiap hari. Kegiatan berkumpul ini telah menjadi bagian dari hidupnya. Kepada orang-orang yang seperti ini kami katakan, seandainya kita mengambil bilangan yang terkecil, berkumpul selama satu jam misalnya, kemudian dalam satu harinya kita berkumpul satu atau dua kali. Katakanlah kepada mereka, minimal dalam satu minggu kalian akan melakukannya tujuh jam. Seandainya anda ambil separuhnya dan kalian pergunakan untuk membaca, niscaya kalian akan mendapatkan banyak pengetahuan. Lalu kalian pun akan bersyukur kepada Alloh. 

Sebagian saudara kita, keadaan dirinya sangat bertentangan. Anda melihatnya keluar dari rumahnya. Jika anda mendengar pertanyaan-pertanyaannya sangat mengherankan. Ia memiliki banyak buku, tetapi jika anda mendengar pertanyaannya sungguh sangat mengherankan. Anda jadi tahu bahwa ia tidak biasa membuka buku-bukunya, bahkan bisa jadi ia tidak mengetahui nama-nama pengarangnya. Banyak berkunjung inilah yang banyak menyita waktu merupakan penyebab utama kebodohan tersebut, kecuali bagi orang yang dirahmati Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya yang sangat berharga berjudul al-Fawaid menjelaskan tentang berkumpul bersama teman-teman. Ia memiliki perkataan yang sangat bagus, 
“Berkumpul bersama teman itu terbagi dua: salah satunya adalah berkumpul bersama mereka untuk saling bekerja sama dalam berusaha menuju keberhasilan hidup untuk saling menasihati tentang kebenaran dan kesabaran. Hal ini termasuk perbuatan yang paling mulia dan bermanfaat. Tapi dalam hal ini ada tiga bahaya: Saling berbasa-basi, berbicara dan berkumpul dengan mereka lebih dari keperluan. Hal itu akan menjadi sebuah kecenderungan hati dan suatu kebiasaan, sehingga menghalanginya dati tujuan utamanya…”
(Al Fawaid, hlm.51).
Anda dapat membuktikan perkataan ini jika anda memperhatikan perkumpulan-perkumpulan yang dilakukan oleh sebagian saudara kita bersama teman-temannya. Demi Alloh, seandainya sebagian kita mendatangi sebuah perkumpulan, kemudian kembali dan menghitung waktu yang telah ia habiskan untuk duduk-duduk bersama mereka, maka ia akan mengetahui bahwa ia telah duduk kurang lebih satu atau dua jam, bahkan bisa lebih. Sebagian perkumpulan ada yang dilakukan hingga larut malam. Seandainya waktu perkumpulan itu anda pergunakan untuk membaca dengan saksama, niscaya anda akan mendapatkan banyak pengetahuan. Anda pun akan menggigit jari dengan penuh penyesalah karena telah menyia-nyiakan waktu dan hari yang telah berlalu dari usia anda. 
Sumber: Bimbingan Menuntut Ilmu: Tahapan, Adab, Motivasi, Hambatan, Solusi. Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad as-Sadhan. Pustaka At Tazkia – Jakarta.