>

oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rohimahullohu
jembatan-penang
Dan Alloh mengajari mereka di dalam surat Al Fatihah yaitu agar mereka meminta kepada Alloh hidayah ke jalan yang lurus, yakni agama-Nya yang datang dengannya Nabi-Nya Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam yaitu al-islam, al-iman, al-huda (petunjuk), at-taqwa (ketaqwaan) dan ash-sholah (kebahagiaan/kebaikan). Alloh Ta’ala berfirman:
ِالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Segala puji bagi Alloh Robb semesta alam. Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Yang Menguasai hari pembalasan. Hanya Kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.” (QS. Al Fatihah: 1-4).
Ini semua adalah pujian atas Alloh dan bentuk pengarahan-Nya bagi segenap hamba agar mereka mengakui bahwa Dia adalah tempat meminta pertolongan dalam segala perkara. Kemudian Alloh mengajari mereka agar mengucapkan setelah itu:
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
“Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

Ketika mereka memuji Alloh, mengakui bahwa mereka adalah hamba-hamba-Nya dan bahwa Alloh adalah tempat meminta pertolongan satu-satunya, Alloh mengajari mereka untuk mengucapkan:
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ
“Tunjukilah kami jalan yang lurus. Jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka, bukan (jalannya) orang-orang yang dilaknat dan bukan pula (jalannya) orang-orang yang sesat.”
Ash-Shirathul Mustaqim (jalan yang lurus) adalah agama-Nya, dan ia Islam, iman, ilmu yang bermanfaat serta amal sholih. Ia adalah jalan orang-orang yang diberi nikmat atas mereka dari kalangan ahli ilmu dan amal, yaitu para sahabat Nabi dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan kebaikan serta yang mendahului mereka dari para Rosul berikut pengikut-pengikutnya. 
Inilah jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah Alloh beri nikmat atas mereka, yaitu orang-orang yang mengetahui al-haq (kebenaran) dan beramal dengannya sebagaimana firman Alloh Ta’ala:
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا
“Dan barangsiapa yang mentaati Alloh dan Rosul, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Alloh atas mereka, yaitu Para Nabi, para shiddiqun, para syuhada’ dan orang-orang sholih. Dan mereka itu adalah sebaik-baik teman.” (QS. An Nisaa’: 69).
Jalan yang lurus adalah jalan mereka yaitu para Rosul dan para pengikut mereka khususnya Nabi kita Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam dan para sahabat yang mulia. Sesungguhnya kita diperintahkan untuk mengikuti beliau, berjalan di atas manhaj (metode, pemahaman) beliau dan menempuh apa yang telah dilalui oleh para sahabat beliau dari ilmu dan amal. Sebagaimana firman Alloh: 
وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Alloh ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Alloh dan Alloh menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah: 100). 
Maka jalan ini adalah Dienulloh (agama Alloh), yaitu apa yang dengannya Alloh mengutus Nabi-Nya Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam dari ilmu dan amal –dari ilmu yang bermanfaat dan amal sholih, yakni Alhuda dan Dienul Haq yang dengannya Alloh mengutus Nabi-Nya Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam, dan ia adalah apa yang telah dijelaskan oleh Alloh di dalam kitab-Nya. Ash Shirathul ‘Azhim (jalan yang agung) ini adalah penunaian segala perintah dan meninggalkan segala larangan yang Alloh Ta’ala telah menerangkannya di dalam kitab-Nya yang agung dan juga melalui lisan Rosul-Nya Al Amin (yang terpercaya) Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam.  
Sumber: Bimbingan Indah Seorang ‘Alim tentang Akhlaq Kaum Mukminin (Cermin Koreksi Mukmin Sejati). Penerbit: Darul Ilmi Yogyakarta.