>

oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rohimahullohu.
Kabahdoor_6
Inilah keadaan agama yang agung dari Nabi yang mulia ini –semoga shalawat dan salam yang paling utama dari Rabb-nya tercurah atasnya. Alloh mengutus beliau sebagai rahmat bagi semesta alam bagi kalangan jin dan manusia, lelaki dan perempuan, maupun Arab dan non-Arab. Hingga binatang-binatang sekalipun, Alloh merahmatinya dengan diutusnya beliau, karena Dia mewasiatkan agar berbuat baik kepada binatang, serta bersikap ramah dan ihsan kepadanya.
Alloh Ta’ala telah menjelaskan bahwasannya Dia menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Alloh berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka menyembah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56).
Maknanya, “Kecuali agar mereka mengikhlaskan ibadah bagi-Ku, mengesakan Aku dengan ibadah tersebut, mentaati perintah-Ku dan meninggalkan larangan-Ku.” Inilah ibadah, yaitu mentaati perintah-perintah Alloh dan meninggalkan larangan-larangan-Nya yang bersumber dari keikhlasan bagi-Nya, iman kepada-Nya dan kepada rosul-Nya, rasa takut dan harapan, sikap pembenaran terhadap berita-berita-Nya dan berita-berita Rosul-Nya, serta berhenti pada batasan-batasan-Nya. Alloh telah memerintahkan dengan yang demikian. Dia berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai manusia, sembahlah Robb kalian Yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa. ” (QS. Al Baqarah: 21).

Perintah ini berlaku umum, mencakup kalangan lelaki dan perempuan, jin dan manusia serta Arab dan non-Arab. Dan Alloh juga berfirman:
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
“Dan sembahlah Alloh saja dan janganlah menyekutukan dengan-Nya sesuatupun.” (QS. An Nisaa’: 36).
Dan Firman-Nya:
وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ
“Dan Robb-mu telah memerintahkan agar janganlah kalian menyembah kecuali hanya kepada-Nya.” (QS. Al Israa’: 23). 
Dan juga Firman-Nya:
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diwasiatkan Alloh kepada kalian agar kalian bertaqwa.” (QS. Al An’aam: 153).
Sumber: Bimbingan Indah Seorang ‘Alim tentang Akhlaq Kaum Mukminin (Cermin Koreksi Mukmin Sejati). Penerbit: Darul Ilmi Yogyakarta.