>

oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rohimahullohu.
Maka menjadi kewajiban atas ahlul Islam untuk menerangkan Kitabulloh yaitu Al Qur’an serta mencernanya. Dan juga mempelajari sunnah Rosul-Nya dan istiqomah di atas keduanya. Di dalam Kitabulloh dan sunnah Rosul-Nya terdapat penjelasan tentang segenap perintah dan larangan yang datang dengan Nabi kita Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam. Dan di dalamnya juga terdapat penjelasan tentang akhlaq kaum mukminin dan mukminat, sifat-sifat serta amalan-amalan mereka. Barangsiapa memperhatikan kitabulloh dan mencernanya, niscaya dia akan menemukan yang demikian. Dan barangsiapa memperhatikan sunnah, yaitu sirah Ar Rosul Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam dan hadits-haditsnya, niscaya diapun akan mendapati dan mengetahui yang demikian. 
Termasuk darinya adalah apa yang dijelaskan oleh Alloh Ta’ala di akhir-akhir ayat surat Al Furqan ketika Dia berfirman:
وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًاوَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
“Dan hamba-hamba Ar Rahman adalah orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan sujud dan berdiri untuk Robb mereka. Dan orang-orang yang berkata, “Wahai Robb kami, jauhkan adzab Jahannam dari kami, sesungguhnya adzabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.” Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan dan tidak pula kikir, dan adalah (pembelanjaan) itu ditengah-tengah antara yang demikian. Dan orang-orang yang tidak menyeru sesembahan yang lain beserta Alloh dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan oleh Alloh kecuali dengan (alasan) yang benar dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa.” (QS. Al Furqan: 63-68).

 Yakni barangsiapa yang menyekutukan Alloh atau membunuh jiwa tanpa alasan yang benar atau berzina niscaya dia akan mendapat “ أَثَامًا ” yaitu “adzab yang besar.” Ditafsirkan oleh Alloh dengan firman-Nya:
يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا
“Akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal di dalamnya dalam keadaan terhina.” (QS. Al Furqan: 69).  Yakni di dalam adzab. 
إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا
“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal sholih, maka Alloh menggantikan kejelekan-kejelekan mereka dengan kebaikan-kebaikan. Dan adalah Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal sholih, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Alloh dengan taubat yang sebenar.benarnya.” (QS. Al Furqan: 70-71). 
Semua ini termasuk akhlaq ahlul iman dari kalangan laki-laki dan wanita. 
Sumber: Bimbingan Indah Seorang ‘Alim tentang Akhlaq Kaum Mukminin (Cermin Koreksi Mukmin Sejati). Penerbit: Darul Ilmi Yogyakarta.