>

oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rohimahullohu.
Firman Alloh Subhanahu Wa Ta’ala:
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Dan orang-orang yang berkata: Wahai Robb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata, dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al Furqaan: 74).
Semua ini termasuk sifat-sifat kaum mukminin dan mukminat. Mereka adalah hamba-hamba Ar Rahman di atas hakikat dan kesempurnaan. Dan merupakan qurratul ‘aini (penyejuk mata) apabila engkau melihat anakmu baik laki-laki maupun perempuan, berakhlaq dengan amal-amal sholih. Dan kata “anak” apabila disebutkan secara mutlak (dalam bahasa Arab) mencakup laki-kali dan perempuan. Anak laki-laki disebut dengan “ibnu” sedangkan anak perempuan disebut “bintu” Demikian pula kata “وَذُرِّيَّاتِ” (keturunan) mencakup laki-laki dan perempuan. Di antaranya adalah hadits:

“Apabila anak Adam meninggal maka terputuslah darinya amalannya kecuali dari tiga perkara: Shodaqoh jariyah, ilmu yang diambil manfaat dengannya atau anak sholih yang mendoakan kebaikan baginya.”

Maka kata “anak” dalam hadits ini mencakup laki-laki dan perempuan. Sebagaimana telah berlalu penjelasannya.
Firman Alloh Ta’ala:
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
“Dan orang-orang yang berkata: Wahai Robb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata.”
Yakni keturunan yang dengan mata menjadi sejuk karena keadaan mereka sebagai orang-orang yang taat kepada Alloh dan istiqomah di atas syari’at-Nya. Demikian pulalah para suami. Seorang suami apabila melihat istrinya di atas ketaatan kepada Alloh, maka dengannya akan terasa sejuk matanya. Begitu pula seorang istri, apabila ia melihat suaminya di atas ketaatan kepada Alloh, sementara si istri tersebut adalah seorang wanita mukminah, maka dengannya akan menjadi sejuk matanya.
Maka seorang suami yang sholih adalah penyejuk mata bagi istrinya, dan istri yang sholihah adalah penyejuk mata bagi suaminya yang beriman. Dan keturunan yang baik adalah penyejuk mata bagi bapak-bapak mereka, ibu-ibu serta karib kerabat mereka dari kalangan mukminin dan mukminat.
Sumber: Bimbingan Indah Seorang ‘Alim tentang Akhlaq Kaum Mukminin (Cermin Koreksi Mukmin Sejati). Penerbit: Darul Ilmi Yogyakarta.