>

oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rohimahullohu.

Orang-orang mukmin bersedekah dengan harta yang mereka cintai, dan ini adalah makna dari Firman Alloh Ta’ala:

وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى
“Dan memberikan harta yang dicintainya kepada karib kerabat.” Mereka menginfaqkan harta yang mereka cintai kepada para fuqara’ dan orang-orang miskin drai karib kerabat serta yang selain mereka, dan juga di jalan-jalan kebaikan serta untuk berjihad melawan musuh-musuh Alloh. Demikianlah ahlul iman wal birr (pemilik iman dan kebaikan), mereka menginfaqkan harta benda mereka di jalan-jalan kebaikan.
Dan di dalam ayat yang lain Alloh Ta’ala berfirman:
تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Robb-nya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. As Sajdah: 16).
Dan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ
“Berimanlah kepada Alloh dan Rosul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari harta kalian yang Alloh telah menjadikan kalian menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kalian dan memberi nafkah memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al Hadiid: 7).

Dan di dalam ayat ini –ayat dalam Surat Al Baqarah- Alloh berfirman:
وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ
“Dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang membutuhkan pertolongan), orang-orang yang meminta-minta dan (memerdekakan) hamba sahaya.”
Maknanya:
Bahwa mereka berinfaq pada arah-arah ini, pada karib kerabat, anak-anak yatim yang miskin, orang-orang miskin selain dari kerabat dari kalangan dhu’afa (orang-orang lemah), dan para musafir yang sedang melewati suatu negeri, sementara mereka bukan penduduk negeri tersebut dan nafkah (perbekalan) mereka habis. Demikian pula para peminta-minta, yang mereka meminta-minta kepada manusia disebabkan kebutuhan dan kemiskinan mereka. Atau para peminta-minta yang majhul (tidak dikenal), yang tidak diketahui keadaan mereka, mereka (para pemilik kebaikan) memberikan apa yang bisa menutupi keadaan para peminta-minta tersebut.
Dan Firman Alloh:
وَفِي الرِّقَابِ
“Dan membebaskan hamba sahaya,”
Maknanya:
Mereka berinfaq untuk membebaskan hamba sahaya (budak), yakni membebaskan budak lelaki maupun perempuan dan membebaskan para tawanan.
Kemudian Alloh Ta’ala berfirman:
وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ
“Dan mendirikan sholat serta menunaikan zakat.”
Maknanya:
Bahwa kaum mukminin, mereka menegakkan sholat dan menunaikan zakat. Mereka menjaga sholat-sholat dan menegakkannya pada waktu-waktunya sebagaimana yang disyari’atkan oleh Alloh, serta menunaikan zakat sebagaimana pula yang disyari’atkan oleh Alloh.
Sumber: Bimbingan Indah Seorang ‘Alim tentang Akhlaq Kaum Mukminin (Cermin Koreksi Mukmin Sejati). Penerbit: Darul Ilmi Yogyakarta.