>

oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rohimahullohu.
Firman Alloh Ta’ala:
وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.”(QS. Al Furqaan: 74).
yakni para pemimpin dalam kebaikan dan pembawa petunjuk bagi makhluk., Kemudian Alloh Ta’ala menjelaskan balasan mereka, Dia berfirman: “Mereka itulah orang-orang yang diberi balasan dengan al-ghurfah (martabat yang tinggi),” yakni al-Jannah (surga). Dinamakan Al Ghurfah karena ketinggiannya, sebab ia berada di tempat yang sangat tinggi di atas langit-langit di bawah ‘Arsy, maka surga berada di tempat yang sangat tinggi. Karena itulah Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
أُولَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ
“Mereka itulah yang diberi balasan dengan al-ghurfah”, yakni al-jannah (surga).
 
بِمَا صَبَرُوا
“Karena kesabaran mereka,” yakni disebabkan kesabaran mereka di atas ketaatan kepada Alloh, kesabaran mereka menahan diri dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan oleh Alloh, dan kesabaran mereka atas berbagai musibah. Maka ketika mereka bersabar, Alloh membalas mereka dengan surga yang tinggi dan agung. Tatkala mereka bersabar di dalam menunaikan hak-hak Alloh, bersabar dari segala perbuatan yang diharamkan oleh Alloh, dan bersabar atas berbagai musibah yang pedih, dari suatu penyakit, kefakiran, dan yang selain itu. Alloh membalas mereka dengan sebaik-baik balasan.

وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا
“Dan mereka disambut di dalamnya,” yakni di dalam jannah.
تَحِيَّةً وَسَلامًا
خَالِدِينَ فِيهَا حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
“Dengan penghormatan dan ucapan selamat. Mereka kekal di dalamnya, surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.”
 
Ini termasuk sifat ahlul iman yang sempurna dari kalangan laki-laki dan perempuan, pemilik kebahagiaan dan keselamatan. Di dalam Al Qur’an terdapat sekian banyak ayat yang di dalamnya Alloh Ta’ala menjelaskan tentang sifat-sifat kaum mukminin dan mukminat serta akhlaq mereka. Termasuk diantaranya, apa yang terdapat di dalam surat Al Baqarah, ketika Alloh Ta’ala berfirman:
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
“Bukanlah menghadapkan wajah kalian ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi (pemilik) kebajikan adalah siapa yang beriman kepada Alloh, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) budak/hamba sahaya, orang-orang yang menepati janji apabila mereka berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kefakiran, penderitaan (karena penyakit dan kelaparan) dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 177).
Inilah kondisi orang-orang yang bertaqwa dari kalangan lelaki dan wanita. Inilah sifat-sifat mereka yang telah diterangkan oleh Alloh Ta’ala di dalam ayat yang mulia ini dari surat Al Baqarah dengan firman-Nya:
وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ
Maknanya, “وَلَكِنَّ الْبِرَّ “ yakni “pemilik kebaikan” adalah siapa yang beriman kepada Alloh, hari akhir, para malaikat, kitab dan para Nabi. Dia beriman kepada Alloh sebagai Robb dan Ilah (sesembahan yang hak) Subhanahu Wa Ta’ala, bahwa Dia adalah sesembahannya yang benar, bahwa Dia adalah Penciptanya sekaligus Pemberi rezeki baginya, dan bahwa Dia disifati dengan Al Asmaul Husna (nama-nama yang baik) dan sifat-sifat yang tinggi, tidak ada yang setara dengan Dia serta tidak ada pula tandingan bagi-Nya, bahkan Dia Maha Sempurna pada dzat-Nya, nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan-perbuatan-Nya. Tidak diliputi kekurangan dari segala sisi, bahkan Dialah kesempurnaan yang mutlak dari segala sisi, sebagaimana firman-Nya:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
“Katakanlah: Dialah Alloh, Yang Maha Esa. Alloh tempat bergantung (meminta segala sesuatu). Dia tidak beranak, dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlash: 1-4).
Dan diapun beriman kepada hari akhir yakni hati kebangkitan setelah kematian.
Sumber: Bimbingan Indah Seorang ‘Alim tentang Akhlaq Kaum Mukminin (Cermin Koreksi Mukmin Sejati). Penerbit: Darul Ilmi Yogyakarta.