>

oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad as-Sadhan.
Demi Alloh, rekaman itu adalah salah satu nikmat. Tapi kebanyakan kita menyia-nyiakannya. Penyebabnya adalah ketidakpedulian kita dalam mengatur waktu. Pada zaman kita saat ini, dimana teknologi sudah semakin maju dan berkembang, Ilmu itu datang dan bukan mendatangi (kaidah sebenarnya adalah ilmu itu didatangi dan bukan mendatangi). Yakni melalui rekaman (bisa berbentuk kaset, CD atau rekaman yang bisa didownload secara bebas di internet) yang bisa membantu seorang penuntut ilmu untuk belajar. Orang-orang yang telah menggunakannya mengatakan bahwa rekaman tersebut sangat bermanfaat. Aku (penulis kitab rujukan tulisan ini -red) pun telah memanfaatkannya dan telah mendapatkan berbagai pengetahuan. Aku katakan ini sebagai bentuk pemberitahuan akan nikmat Alloh yang diberikan kepadaku.
Dalam Manzhumat fi al-Haj (Syair-syair tentang Haji), ash-Shan’ani berkata:
Siapa saja yang belum pernah mencoba
ia tidak akan tahu manfaatnya
Cobalah, niscaya akan Anda dapatkan
apa yang telah aku sebutkan.
(Manzhumah ash-Shan’ani fi al-Hajj, hlm. 83).

Apakah bukan nikmat Alloh, jika ilmu selalu menyertaimu dalam perjalanan, ketika berbaring di atas tempat tidur dan ketika duduk di depan meja makan? Jika seseorang mendengarkan rekamannya dengan seksama dan mengatur waktu untuk mendengarkannya pada saat dalam mobil dan dalam pekerjaannya, maka dengan hal ini ia akan mendapatkan banyak manfaat.
Aku pernah diberitahu tentang seorang pemuda sholih yang dengan keutamaan Alloh, telah tamat dalam menghafal Al Qur’an al Karim. Usahanya itu ditempuh, salah satunya, dengan mendengarkan rekaman. Ia bercerita tentang dirinya, bahwa ia mendengarkan bacaan Syaikh Shiddiq al-Mansyawi selama dua tahun. Setiap selesai satu kaset, ia mengulangnya kembali sehingga al-Qur’an pun mudah ia ucapkan.
Ini tidak sulit bagi diri anda. Tapi aturlah waktu anda dan aturlah kaset tersebut untuk didengar. Janganlah anda mendengarkan yangb lain sebelum selesai satu rekaman. Jika dengan satu rekaman, anda belum dapat menghafalnya maka ulangilah lagi satu kali, dua kali atau berkali-kali.
Jika anda ingin mengetahui seberapa banyak waktu yang telah anda sia-siakan, perhatikanlah berapa rekaman yang telah anda dengarkan selama dalam perjalanan. Jika satu rekaman saja didengarkan dalam satu setengah jam, maka sebanyak itulah waktu yang telah anda sia-siakan. Seseorang tidak merasakannya kecuali setelah diperingatkan. Aturlah waktu untuk mendengarkan pelajaran dalam perjalanan anda; apalagi jika jarak rumah jauh atau sering melakukan bepergian untuk bekerja dan berkunjung, seperti mengunjungi famili dan saudara seiman, membeli kebutuhan rumah tangga, dan lainnya. Lakukanlah hal ini terus menerus. Ibaratnya, jangan turun dari mobil kecuali setelah mendengarkan berbagai pelajaran bermanfaat.
Aku menyebutkan hal ini karena rekaman banyak terdapat dimana-mana. Ia menyimpan banyak ilmu. Seolah-olah ilmu para guru dan ulama kita tersimpan di dalamnya. Rekaman-rekaman tersebut dijual dengan harga murah (bahkan ada yang bisa didownload gratis dari internet –red) dan kita semua dapat menggunakannya setiap saat. Kutahu banyak saudara-saudara kita yang tidak dapat menghadiri majelis ilmu karena padatnya kesibukan dan pekerjaan mereka. Mereka menggantinya dengan mendengarkan rekaman. Melalui rekaman itu, Alloh Ta’ala memberi manfaat yang banyak.
Sumber: Bimbingan Menuntut Ilmu: Tahapan, Adab, Motivasi, Hambatan, Solusi. Pustaka At Tazkia – Jakarta. Sedikit tambahan dan edit seperlunya dari redaksi.