>

oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad As Sadhan. 
Diantara waktu yang sering kita sia-siakan adalah waktu antara adzan dan iqamah. Apabila menghitung waktu antara adzan dan iqamah mulai dari sholat Zhuhur, Ashar, Isya’, dan Shubuhm, maka anda mendapatkan bahwa waktu anrata adzan dan iqamah itu sekitar 20 menit. Ini perkiraan minimum. Jika ditotal, maka waktu yang tersedia adalah 20 menit. Adapun dalam sholat Maghrib waktu antara adzan dan iqamah biasanya sangat pendek. Aku yakin, siapapun yang menggunakan waktu antara adzan dan iqamah untuk membaca Al Qur’an al-Karim, baik itu untuk muraja’ah (mengulang-ulang) ayat yang telah dihafal atau menghafal yang belum dihafal, niscaya ia akan menghafal banyak ayat Al Qur’an. Cobalah anda hitung waktu ini selama sebulan. Anda akan dapati bahwa kita dianugerahkan empat jam dalam sebulan, dimana waktu itu dapat dimanfaatkan oleh seseorang untuk menghafalkan al-Qur’an al Karim. 
Seandainya anda mau memperhatikan keadaan anda, anda akan merasakan bahwa anda tidak membaca Al Qur’an kecuali sedikit, dengan pengecualian pada bulan Ramadhan. 

Anda lihat salah seorang dari kita tidak segera berangkat ke masjid kecuali pada saat iqamah atau menjelang iqamah dikumandangkan. Ia tidak memanfaatkan waktu antara adzan dan iqamah, tidak mendapatkan pahala dari sholawat para malaikat kepadanya. Ia juga tidak mendapatkan pahala sholat sunnah dan pahala sholat di shaf pertama. Beberapa kisah indah Ibnu Hajar dalam at-Tahdzib tentang perjalanan hidup Ibrahim bin Maimun ash-Sha’i. Ia mengutip perkataan Yahya bin Ma’in tentang Ibrahim bin Maimun:

“Dia adalah seorang tukang batu. Apabila ia mengangkat palu dan mendengarkan adzan, ia tidak meneruskan memukul palunya. Tetapi ia segera berangkat ke masjid.”

(At Tahdzib, I/173). 
Abu Hamid al-Ghazali (wafat 505 H), sebagaimana dinukil oleh az-Zarkasyi dalam I’lam al-Masajid berkata, 

“Pertama kali yang diperbuat manusia adalah terlambat dari sholat Jum’at. Padahal para pendahulu kita berangkat sholat Jum’at dengan membawa lampu di tangannya.” Maksud ungkapan ini adalah kiasan betapa awalnya mereka berangkat menuju sholat Jum’at. 

(I’lam al-Masajid bi Ahkam al-Masajid, hal. 358).
Seandainya kita menggunakan waktu antara adzan dan iqamah ini, bukan saja karena berharganya waktu itu, tetapi juga ingin mendapatkan pahala awalnya menuju sholat, maka kita akan mendapatkan banyak manfaat, berupa ketenangan jiwa dan raga, selain mendapatkan ilmu. 
Sumber: Bimbingan Menuntut Ilmu: Tahapan, Adab, Motivasi, Hambatan, Solusi. Pustaka At Tazkia – Jakarta.