>

Jika pada pembahasan yang lalu kita telah membahas tentang “Virus Dengki” yang kerap menjangkiti seorang penuntut ilmu, maka pada kesempatan kali ini Insya Allohu Wa Ta’ala kita akan membahas obat penawarnya. Setiap penyakit tentulah ada obatnya kecuali penyakit tua dan maut. 
1. Mendoakan teman tanpa sepengetahuannya
Jika dalam hatimu ada rasa hasad kepada si fulan, maka berdoalah untuknya agar dia selalu diberi petunjuk dan kemudahan dalam segala urusannya. Karena doa itu bisa menimbulkan perubahan sikap. Yakni, berubahnya keadaan jiwa Anda dan hilangnya rasa dendam, khianat dan hasad. Seiring dengan itu, Alloh akan membuat dirimu diterima di hatinya. 
2.Berusaha mencintainya, menanyakan keadaannya dan keluarganya. 
Perlu diperhatikan, seorang teman itu setiap kali ia mencintai temannya, akan hilang darinya rasa dendam sebesar rasa cintanya padanya. Maka jika ia dekat dengannya dan banyak mencintainya, maka akan berkurang rasa dendam hingga hilang sama sekali. Terkadang yang susah bagi seseorang,a dalah mendekati dan mencintai temannya. Tetapi kami mengingatkan padanya firman Alloh Ta’ala:
وَلا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ 
“Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS. Fushshilat: 34). 
Bersungguh-sungguhlah dan buanglah pakaian kesombongan dari diri anda. Bertawadhulah kepada teman anda. Anda akan melihatnya tak akan menyusahkan hati anda. 

3. Mengunjunginya dan mengakui keutamaannya. 
Dahulu, para ulama mengunjungi murid-muridnya. Hal ini sebagai salah satu sarana yang dapat mendekatkan diri seseorang kepada Alloh, sebagaimana Sabda Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam:

“Barangsiapa yang menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Alloh, akan diseru dengan seruan: berbahagialah kamu dan mulialah perjalananmu, akan dibangun untukmu sebuah rumah di surga.”

(HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah, dalam Shahih Al Jami’ no. 6387).
Maka bagaimana jika seseorang mengunjungi temannya dengan tujuan (setelah mendekatkan diri kepada Alloh) untuk menghilangkan dendam di antara keduanya dan mencegah dirinya dan temannya dari kejahatan syaithan? Berkunjung itu menimbulkan dalam diri orang yang berkunjung dan yang dikunjungi pengaruh mengagumkan. Hasil yang diperoleh dari hal ini adalah hilangnya rasa dendam. Seorang hamba akan merasakan ketenangan jiwa, hatinya tidak ditimpa keresahan dan kesedihan kala temannya terkenal namanya dan berhasil mengkaji masalah yang ia tidak mampu.  
4. Tidak rela dengan ketidakhadiran temannya, ejekan dan celaan yang diarahkan kepadanya. 
Apabila anda berada dalam suatu majelis, kemudian teman yang anda hasad padanya diejek, janganlah anda merasa senang dengan hal itu. Tahanlah ucapan anda dan belalah temanmu dengan apa yang anda ketahui. Jika anda tidak melakukan hal itu maka syaithan akan mengobarkan rasa dendam di antara kalian. Setiap kali anda menghinanya, akan semakin besar rasa dendam itu. Jika anda tidak rela dengan ketidakhadirannya dan ejekan terhadapnya lalu anda membelanya di saat ia tidak ada, maka hal ini akan dapat membuat anda diterima di sisi Alloh. Seiring dengan itu, ia akan merasakan perbuatan anda itu, sehingga bertambahlah rasa cinta di antara kalian. 
5. Mendahulukannya daripada diri sendiri. 
Kalian berkumpul dalam satu majelis dan dalam satu atap yang sama. Lalu dilontarkan pertanyaan pada anda dan anda mengetahui bahwa dengan dilontarkannya pertanyaan pada anda itu menimbulkan ketidaksukaan pada teman anda. Berikanlah kesempatan anda itu kepadanya. Jika ia salah dalam menjawab, maka luruskanlah jawabannya dan janganlah menyalahkannya. Sekalipun anda kehilangan hakmu karena mengharapkan kerelaannya (dan hal ini tidak akan merugikanmu sedikit pun dalam urusan agama), tapi anda diberi pahala atas perbuatan tersebut. Karena anda tidak memberikan kehinaan dalam agama, melainkan bersegera mendamaikan dan melembutkan hati. 
6. Meminta pendapat dan nasihat padanya. 
Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhu berkata, 

“Tiga orang yang tidak aku balas kecuali dengan doa: seseorang yang aku datangi dalam suatu majelis, lalu ia berdiri kepadaku dengan tersenyum bahagia; seseorang yang memberi keleluasaan dalam suatu majelis dan seseorang yang terkena musibah lalu ia meminta pendapat kepadaku. Mereka itulah orang-orang yang tidak akan aku balas kecuali dengan doa.”

Dengan meminta pendapat dan nasihat kepadanya, menjadikan hatinya cinta dan menerima anda. Ia akan tahu bahwa anda mendatanginya hanya untuk menguatkan persahabatan dan rasa cinta kepadanya. Hal ini Insya Alloh akan menghilangkan rasa dendam di antara kalian. Memang berat, tetapi akan terasa mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Alloh.
(Diambil dari: Bimbingan Menuntut Ilmu: Tahapan, Adab, Motivasi, Hambatan, Solusi; karya Asy Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad as Sadhan).