>

Asy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuri hafizahullohu dalam bukunya “Mabadiul Mufidah fy at-Tauhid wa Al Fiqih wa Al-Manhaj” menjelaskan tentang Disyari’atkannya mengusap kedua khuf atau kaos kaki bagi siapa yang memakainya. Beliau menjelaskan:
“Barangsiapa yang memakai khuf atau kaos kaki disyari’atkan baginya mengusap keduanya ketika wudhu.”
Apabila dalam keadaan mukim, diperbolehkan mengusapnya sehari semalam.
Dan apabila sedang safar, maka boleh baginya mengusap keduanya selama 3 hari 3 malam.
Dalilnya hadits Abu Bakrah rodhiyallohu ‘anhu, bahwasannya Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam memberikan keringanan bagi musafir apabila berhadats dan ingin wudhu, sedangkan ia menggunaka khufnya, maka diperbolehkan baginya mengusap khufnya selama 3 hari 3 malam dan bagi yang mukim hanya sehari semalam. (HR. Ibnu Majah, hadits ini hasan dan memiliki beberapa penguat yang menjadikannya shahih).
Adapun yang diusap cukup bagian atas khuf, dengan dalil hadits ‘Ali bin Abi Thalib rodhiyallohu ‘anhu, beliau berkata:
“Aku melihat Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam mengusap bagian atas khufnya.”
(HR. Abu Dawud dan hadits ini shahih).