>

Asy Syaikh hafizahullohu dalam bukunya “Mabadiul Mufidah fy at-Tauhid wa Al Fiqih wa Al-Manhaj” menjelaskan:

Apabila telah masuk waktu sholat dan ternyata tidak menemukan air maka bertayamum

Dalilnya firman Alloh Ta’ala:
فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ
“….lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih), sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.” (QS. Al Maidah: 6). 
Yang dimaksud (“صَعِيدًا“) adalah tanah bumi. Dalilnya hadits Hudzdaifah rodhiyallohu ‘anhu, bahwasannya Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Dan dijadikan bumi seluruhnya bagi kami sebagai masjid (tempat sholat) dan dijadikan tanahnya sebagai alat pensuci apabila kami tidak mendapatkan air.” 

(HR.Muslim).
Adapun faidah yang bisa kita ambil dari pembahasan ini adalah:
  1. Disyari’atkannya tayamum, apabila tidak mendapatkan air. 
  2. Alloh telah menjadikan bumi seluruhnya sebagai tempat sholat dan menjadikan tanah sebagai alat bersuci jika tidak mendapatkan air. 

Wallohu A’lam bi Showab.