>

Asy Syaikh hafizahullohu dalam kitab beliau  “Mabadiul Mufidah fy at-Tauhid wa Al Fiqih wa Al-Manhaj” menjelaskan:

Apabila kamu telah selesai berwudhu, maka ucapkanlah:

 أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

“Aku bersaksi tidak ada ilah yang patut disembah selain Alloh dan bahwasannya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

Dalilnya adalah hadits ‘Umar bin Khaththab rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata: Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Tidaklah salah seorang dari kalian berwudhu’, kemudian menyempurnakan wudhu’nya dan mengucapkan:

 أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ 

“Aku bersaksi tidak ada ilah yang patut disembah selain Alloh dan bahwasannya Muhammad adalah hamba dan utusan -Nya” melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga yang dia masuk dari pintu mana saja yang dia sukai.”

(HR. Muslim)
Faidah yang bisa diambil dari pembahasan ini:
  • Sunnah dan Keutamaan membaca ” أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ  ” setiap kali selesai berwudhu. 

Wallohu A’lam bi Showab.