>oleh: Al Imam Khathib Al Baghdadi rohimahullohu.

Al Qadhi Abu Bakar Ahmad bin Al Hasan bin Ahmad Al Harsya An Naisaburi menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Al Abbas bin Ya’qub Al Asham mengabarkan, dia berkata: Muhammad bin Ishaq Ash-Shaghani mengabarkan kepada kami Al Aswad bin Amir, dia berkata: Abu Bakar bin Ayyasy mengabarkan kepada kami dari Abu Barzah Al Aslami, ia berkata, Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Tidak akan melangkah kedua kaki seorang hamba pada hari Kiamat sampai ia ditanya empat (perkara): tentang umurnya, kemana ia mengabiskannya; tentang ilmunya, apa saja yang telah ia amalkan; tentang hartanya, darimana ia memperolehnya dan kemana ia membelanjakannya; serta tentang badannya, kemana ia melangkahkannya.”

(HR. Ad Darimi dan At Tirmidzi)

Hadits ini mengandung faidah, antaralain:
  1. Seorang hamba akan dimintai pertanggung jawaban atas umurnya, ilmunya, hartanya dan badannya. 
  2. Ilmu dan amal adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Jika ilmu yang dipelajari itu tidak diamalkan maka itu diibaratkan seperti sayur tanpa garam yang rasanya hambar atau bisa jadi seperti rangkaian gerbong kereta tanpa ada penggerak (baik lokomotif maupun pantograf). 
  3. Demikian halnya dengan harta yang kita belanjakan, itupun akan dimintai pertanggung jawaban. Apakah kita membelanjakan sesuatu yang bermanfaat ataukah sebaliknya justru kita membelanjakannya untuk sesuatu hal yang sia-sia atau tidak ada manfaatnya sama sekali. 
  4. Langkah kita pun akan dimintai pertanggung jawaban. Apakah kita melangkahkan badan kita untuk beribadah kepada Alloh Ta’ala di rumah-rumah-Nya (masjid), menuju majelis-majelis ilmu, maupun untuk mencari nafkah. Ataukah kita melangkahkan diri kita menuju kebinasaan, yakni ke tempat-tempat maksiat. 
Wallohu Musta’an. 
Maraji: Ilmu dan Amal: Telaah Kritis Hadits-hadits tentang Kewajiban Mengamalkan Ilmu dan Ancaman Bagi yang Mengabaikannya. Penerbit Najla Press Jakarta.