>

Asy Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Ibnu Sholih Alu Bassam hafizahullohu
Dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata:

“Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, bersisir, bersuci dan dalam utusan beliau seluruhnya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menjelaskan keutamaan Ummahatul Mukminin (ibu-ibu kaum Mukminin) terutama ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha, seorang yang hafal Al Qur’an, alim, jujur, putri dari Abu Bakar Ash Shiddiq. Mereka meriwayatkan sekian banyak ilmu untuk umat ini dari perilaku Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam terutama yang berkaitan dengan rumah tangga Beliau yang tidak diketahui orang lain kecuali penghuni rumah Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam. 

Di sini istri Nabi yaitu ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha, mengabarkan kepada kita tentang kebiasaan yang disukai oleh Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam yaitu selalu mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, membaringkan tubuh ketika tidur, bersuci dari hadas (kotoran/najis) dan seluruh urusan Beliau, diantaranya adalah sebagaimana disebutkan, memakai gamis, sirwal (celana), tidur, makan, minum dan semisalnya. 
Semua ini termasuk perkara untuk memperoleh kebaikan, maka dilakukan dengan memuliakan yang kanan atas yang kiri. Adapun untuk hal-hal yang kotor, sebaiknya mendahulukan yang kiri. Oleh karena itulah Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam melarang cebok dan memegang kemaluan dengan tangan kanan karena tangan kanan itu untuk hal-hal yang baik, sedangkan yang kiri untuk selain itu. 
Faidah yang dapat diambil.
  1. Bahwa mendahulukan ynag kanan untuk perkara-perkara yang baik adalah lebih utama baik menurut syari’at, akal, maupun medis. An Nawawi rohimahullohu berkata, “Kaidah syari’at yang abadi adalah disukainya mendahulukan yang kanan dalam seluruh perkara yang mulia dan berhias, adapun sebaliknya maka disukai mendahulukan yang kiri (seperti keluar dari masjid, masuk kamar mandi, dll). 
  2. Menggunakan yang kiri untuk hal-hal yang kotor adalah lebih pantas menurut syari’at dan akal. 
  3. Syari’at ini datang untuk memberikan kemaslahatan, mendidik dan menjaga manusia dari hal-hal yang memudharatkan (membahayakan). 
  4. Sesungguhnya yang lebih utama ketika berwudhu adalah mendahulukan yang kanan atas yang kiri. Imam An Nawawi rohimahullohu berkata, “Para ulama sepakat bahwa mendahulukan yang kanan ketika berwudhu adalah sunnah, barangsiapa yang menyelisihinya, maka dia tidak mendapatkan keutamaan, tetapi sah wudhunya.”
Diambil dari Kitab Terjemah Taisirul Allam Syarah Umdatul Ahkam. Penerbit Cahaya Tauhid Press.