>

Asy Syaikh hafizahullohu dalam kitab beliau  “Mabadiul Mufidah fy at-Tauhid wa Al Fiqih wa Al-Manhaj” menjelaskan tentang pembatal-pembatal wudhu, yang terdiri dari:

1. Sesuatu yang keluar dari qubul (kemaluan) dan dubur. 
Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu:


“Tidak diterima sholat seseorang yang berhadats hingga dia berwudhu.” 

(Muttafaq ‘Alaihi)

2. Tidur lelap, dan

3. Junub. 
Dalil keduanya hadits Shafwan bin ‘Assal rodhiyallohu ‘anhu:

“Dahulu Rosululloh memerintahkan kami apabila kami dalam keadaan safar untuk tidak melepas khuf kami selama 3 hari 3 malam, kecuali dikarenakan junub, akan tetapi beliau memerintahkan untuk melepaskan khuf kami dikarenakan buang air besar, kencing dan tidur.”

(HR. At Tirmidzi dan hadits ini hasan). 

Adapun tidurnya para Nabi tidaklah membatalkan wudhu’ mereka sebagaimana ditunjukkan oleh hadits Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dalam Shahih-nya, bahwasannya Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Para nabi tidur (terpejam) mata-matanya, akan tetapi tidak tertidur hatinya>”

Hal ini merupakan kekhususan bagi mereka -semoga sholawat dan salam Alloh limpahkan kepada mereka. 

4. Memegang Kemaluan. 
Dalilnya hadits Busrah bintu Shafwan rodhiyallohu ‘anhu, bahwasannya Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Barangsiapa yang telah memegang kemaluannya maka janganlah ia sholat hingga ia berwudhu.”

Hadits ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan hadits ini hasan. Dan telah shahih dengan beberapa penguatnya dalam riwayat Imam Ahmad dan yang lainnya dari hadits ‘Abdullah bin ‘Amr rodhiyallohu ‘anhu bahwasannya Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Laki-laki mana saja yang telah menyentuh kemaluannya, hendaknya berwudhu’, dan wanita mana saja yang telah menyentuh kemaluannya, hendaknya berwudhu’.”


5. Makan daging onta. 
Dalilnya adalah hadits Jabir bin Samurah rodhiyallohu ‘anhu, bahwasannya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam:

“Apakah kita mesti berwudhu dikarenakan makan daging onta? Rosululloh menjawab, “Ya!””

(HR. Muslim). 

6. Murtad (keluar dari agama Islam). 
Murtad membatalkan wudhu’ dan Islam. Dalilnya firman Alloh Ta’ala:

وَمَنْ يَكْفُرْ بِالإيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

“Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka terhapuslah amalannya…” (QS. Al Maidah: 5). 

Faidah yang bisa diambil dari pembahasan ini:
6 Perkara yang bisa membatalkan wudhu yakni: (1). Sesuatu yang keluar dari kemaluan dan dubur (mencakup air kencing, buang air besar dan buang angin/kentut); (2). Tidur Lelap; (3). Junub; (4). Memegang Kemaluan; (5). Makan daging onta; (6). Murtad.