>

Kamu pasti pernah melihat adik kecil pipis di kasur atau buang air di celana. Sebenarnya, pipis dan buang air itu najis lho! Apa sih najis itu? Mungkin kamu akan bertanya demikian. Najis adalah sesuatu yang dianggap kotor oleh orang yang berakal sehat. Mereka berhati-hati dari najis itu dan mencucinya kalau terkena pakaian atau membersihkannya bila ada pada lantai dan lainnya. 
Tapi bukan cuma pipis dan kotoran manusia saja yang dikatakan najis. Di sana juga ada hal-hal lain yang digolongkan najis, seperti bangkai hewan, darah haid dan nifas serta wadiy. Adapun bangkai manusia atau orang yang sudah meninggal bukanlah najis. Begitupula bangkai hewan laut, karena Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda tentang laut:

“Laut itu suci airnya dan halal bangkainya.”

(HR. Abu Dawud no. 83, dishahihkan oleh Imam Al Albani).
Demikian juga hewan-hewan yang tidak keluar darahnya kalau dibunuh atau terluka, seperti belalang, lalat dan selainnya. Demikian sedikit penjelasan tentang najis, mudah-mudahan kamu paham. 
Eh, ada pertanyaan nih, kalau ingus najis nggak? Jawabannya, ingus itu tidak najis. Demikian pula kotoran ayam atau kotoran cicak. Tapi, walaupun bukan najis tetap harus dibersihkan, karena semua itu adalah kotoran. Oiya, kalau kamu lagi gendong adik kecil yang masih bayi, tiba-tiba dia pipis dan kena bajumu, bagaimana cara membersihkannya?
  1. Kalau adik bayimu itu laki-laki dan cuma minum air susu ummi serta belum makan makanan yang lain, maka pipisnya dibersihkan dengan cara dituangkan air pada bagian yang terkena pipis tersebut, tanpa harus dikucek dan tanpa dicuci. 
  2. Tapi kalau adik bayimu itu makan makanan lain seperti bubur atau biskuit, maka bekas pipisnya itu harus dicuci. Begitu juga kalau adik bayimu itu perempuan, bekas pipisnya harus dicuci walaupun ia hanya minum air susu ummi. 
Nah, sekarang kamu sudah tahu sebagian najis-najis yang ada. Maka mulai sekarang kamu harus berhati-hati dari najis-najis itu dan membersihkannya, apalagi kalau kamu mau sholat, pakaian dan tempat sholatmu harus bersih dari najis. 
Sumber: Majalah Anak Islam Mumtaz, Edisi 1, No.1/2007M.