>

Khondaq adalah parit yang dalam danlebar. Parit itu digali di sekeliling kota Madinah agar musuh terhalang untuk masuk. Cara perang dengan menggali parit ini dilakukan atas usulan Salman Al Farisi. Karena itulah perang melawan orang Musyrikin Quraisy dan sekutunya dinamakan perang Khondaq. 
Tersebutlah kisah, dari Jabir bin ‘Abdillah. Ia menggali parit bersama para sahabat dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Mereka saling bantu menggali parit itu, meski dalam keadaan lapar sekalipun. Pada suatu waktu, Jabir bin Abdillah dan sahabat lainnya mendapatkan tanah yang keras sekali. Mereka tidak bisa menggalinya.

Kemudian para sahabat datang kepada Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam dan berkata, “Ini tanah yang sangat keras dan tidak bisa digali sebagai parit. “ Maka Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Aku yang akan menggalinya.” Lantas beliau bangkit, sementara saat itu perutnya diikat dan diganjal batu karena sudah 3 hari tidak makan makanan sama sekali. Lalu Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam mengambil cangkul dan mengayunkannya. Maka hancurlah tanah keras itu hingga menjadi pasir yang berhamburan.

Melihat Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam sangat lapar, Jabir bin ‘Abdillah meminta izin untuk pulang. Sesampainya di rumah, ia bertanya kepada istrinya, “Aku melihat Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam sangat lapar, apakah kamu mempunyai makanan?” Istrinya menjawab, “Ada sedikit gandum dan seekor anak kambing betina.”

Maka  Jabir bin ‘Abdillah segera menyembelih anak kambing itu dan memotong-motong dagingnya. Kemudian daging anak kambing itu dimasukkan ke dalam periuk dari batu. Setelah itu Jabir menumbuk gandum dan dijadikan adonan roti. Lalu adonan roti itu pun dimasak ke dalam perapian. Ketika makanan itu hampir matang, Jabir kembali kepada Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam dan berkata, “Wahai Rosululloh, aku mempunyai sedikit makanan. Maka datanglah bersama satu atau dua orang saja.”

Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam lalu bertanya, “Berapa banyak makanan itu?” Jabir menjawab seperti yang ia masak.

Kemudian beliau bersabda, “Cukup banyak lagi baik. Katakan pada istrimu jangan mengangkat periuk dan roti itu dari perapian hingga aku datang!”

Beliau lalu bersabda kepada para sahabat, “Wahai para sahabatku, bangkitlah! Mari ikut bersamaku.” Maka para sahabat Muhajirin dan Anshar datang ke rumah  Jabir bin ‘Abdillah.

Mengetahui yang datang ke rumahnya sangat banyak, Jabir merasa khawatir karena masakannya tidak mencukupi untuk semua pasukan Khondaq. Ia segera menemui istrinya dan berkata, “Celaka! Rosululloh datang bersama sahabatnya Muhajirin dan Anshar.”

“Apakah Rosululloh telah menanyakan banyaknya makanan yang kita siapkan?” tanya Istrinya. “Ya.” jawab  Jabir bin ‘Abdillah.

Tibalah Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersama para sahabat ke rumah Jabir. Beliau bersabda kepada para sahabat, “Masuklah kalian dan jangan berdesak-desakan!”

Beliau kemudian memotong roti dan meletakkans sepotong daging padanya. Beliau menutup kembali periuk dan tempat perapian roti setiap kali selesai mengambil daging dan roti. Lalu beliau menghidangkannya kepada para sahabatnya dan berlalu.

Demikianlah hal itu dilakukan oleh Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam berulang-ulang hingga para sahabat merasa kenyang. Setelah merasan kenyang, kembalilah mereka ke tempat penggalian parit. Jumlah mereka waktu itu 1.000 orang. Sedangkan dalam periuk masih tersisa masakan seperti semula. Begitu pula roti yang tersisa masih seperti semula.

Kemudian Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda kepada istri  Jabir bin ‘Abdillah, “Makanlah kamu dan bagi-bagikan kepada orang-orang, karena mereka sedang ditimpa kelaparan!”

(Diceritakan kembali dari Hadits  Jabir bin ‘Abdillah riwayat Al Bukhari No. 3875-3876 dan Muslim No. 2039).

Diambil dari buku Kisah-Kisah Pilihan untuk Anak Muslim. Ummu Usamah ‘Aliyyah dan Ummu Mu’adz Rofi’ah. Penerbit Darul Ilmi Yogyakarta.