>

oleh: Jamal bin Furaihan Al Haritsi hafizahullohu. 
Tanda-tanda Khawarij dapat diketahui sebagai berikut:
  • Adanya majelis-majelis rahasia

Anda akan dapati mereka selalu menyembunyikan pembicaraan-pembicaraan dan pertemuan-pertemuan mereka serta berupaya menghindar dari pandangan manusia yang tidak sejalan dengan paham mereka. Majelis-majelis rahasia tersebut mereka adakan di tempat-tempat khusus mereka atau kadang-kadang di alam terbuka yang jauh dari keramaian manusia, bahkan kadnag-kadang di tempat-tempat peristirahatan untuk menghindari adanya keraguan dan kecurigaan pihak lain terhadap mereka. Bisa juga di gua-gua dan yang semisalnya. Kemudian mereka namakan majelis-majelis rahasia tersebut dengan majelis-majelis ilmiah. 


Berkata seorang khalifah dari Dinasti Umawi yang terkenal dengan keadilannya yaitu Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz rohimahullohu:

“Jika anda melihat sekelompok orang yang secara khusus melakukan pembicaraan rahasia berkaitan dengan urusan umat, maka ketahuilah sesungguhnya mereka sedang meletakkan pondasi kesesatan.”

Maka kalau seandainya mereka duduk berkumpul dalam rangka mencari ilmu dan faidah ilmiah kenapa pihak yang tak sepaham (tidak satu kelompok) dengan mereka tidak diizinkan untuk duduk bersama mereka serta tidak diizinkan masuk ke tempat-tempat pertemuan mereka?!! Ketahuilah sesungguhnya tempat ilmu itu adalah masjid-masjid. 

  • Kaum Khawarij adalah orang-orang yang semangat dalam ibadah. Mereka itu bukanlah para pelaku kemaksiatan atau para preman. 
  • Kaum Khawarij adalah orang-orang yang muda usianya serta dungu cara berpikirnya, dan mereka sama sekali bukan dari kalangan ulama. 
  • Khawarij selalu berupaya menyembunyikan berbagai operasi jaringan mereka dari keumuman manusia dan tidak mau menampakkan identitas (jati diri) mereka secara terang-terangan. 
  • Khawarij selalu menampakkan diri mereka dengan slogan amar ma’ruf nahi munkar dalam rangka menarik simpati manusia. 
  • Khawarij sering meletakkan dalil-dalil Al Qur’an dan As Sunnah bukan pada tempatnya. 
  • Khawarij tidaklah pernah menimba ilmu dari para ulama (Ahlus Sunnah Wal Jama’ah), dan sesungguhnya mereka hanya bersandarkan pada pemahaman mereka yang pendek serta doktrin-doktrin para pemimpin mereka yang jahil (bodoh). 
  • Khawarij selalu berupaya untuk berdalil dengan dalil-dalil yang mutasyabih (belum jelas dan masih samar) baik dari Al Qur’an maupun Al Hadits serta meninggalkan dalil-dalil yang muhkam (jelas dan pasti), sebagaimana hal itu memang kebiasaan para pengusung kesesatan.