>

oleh: Jamal bin Furaihan Al Haritsi hafizahullohu. 
Telah diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhari rohimahullohu (hadits no. 3414, 5811) dan yang selainnya dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri, bahwa dia berkata:

“Ketika kami berada di sisi Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam di saat beliau sedang membagi harta rampasan perang, datang kepadanya seseorang yang dikenal dengan Dzulkhuwaishirah, dia adalah seorang dari qabilah Bani Tamim. Kemudian orang tersebut berkata, “Wahai Rosululloh berbuat adilah!””

Maka Rosululloh menjawab: “Celakalah engkau, siapa lagi yang bisa berbuat adil kalau aku sendiri sudah tidak berbuat adil?” 

Dzulkhuwaisirah ini tergolong orang pertama dalam Islam yang berani menentang waliyyul amri muslimin. Dalam kesempatan tersebut dia telah berani menentang Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam. Tidaklah dia melakukan hal itu kecuali didasarkan atas keyakinannya bahwa wajib atas dirinya untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar.

Diambil dari buku “Mengidentifikasi Neo Khawarij sebagai Sejelek-Jelek Mayat di Kolong Langit.” Pustaka Qoulan Sadida – Malang.