>

oleh: Dr. Imad Ali Abdus Sami’ hafizahullohu.
Jamaludin bin Husein bin Yusuf bin Muthahar Al Hully menyebutkan secara tegas dalam kitabnya Al-Afain Fi Imamah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib, halaman: 13 cetakan ke-3 Mu’assasah Al-A’lami Lil Mathbu’aat, 1982:

“Imamah adalah kasih sayang yang umum (al-lutfu al-am), sedang kenabian adalah kasih sayang yang khusus (al lutfu al khas), karena masih mungkin ada zaman yang tidak ada seorang pun nabi hidup di zaman itu. Berbeda dengan Al Imam, karena dia akan datang kemudian. Pengingkaran terhadap al-lutfu al-aam merupakan kejahatan yang lebih besar daripada pengingkaran terhadap al lutfu al khas. Sampai disini Imam As Shadiq mengisyaratkan dengan perkataannya terhadap orang yang mengingkari keberadaan imamah, baik pada para imam yang terdahulu maupun imam yang terakhir, sebagai sejahat-jahatnya manusia.”

Berkata Syaikh Yusuf Al Bahraani di dalam sensiklopedinya yang diakui para pemeluk Syi’ah sebagai buku pegangan mereka, denga\n judul Al Hada’iq An Nadirah Fi Ahkam Al Itrah At Thahirah, 18/153. Dar Al Adwa’ Beirut – Libanon:
“Apakah ada perbedaan amtara kelompok yang mengingkari Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan Rosul-Nya dengan kelompok yang mengingkari para imam, padahal masalah imamah telah ditetapkan sebagai bagian dari dasar agama?!”
Berkata Al Mulla Muhammad Bakir Al Majlisi yang mempunyai gelar keilmuan Al Allamah Al Hujjah Fakhr Al Ummah di dalam kitab Bihar Al Anwar, 23/390:
“Ketahuilah bahwa syirik dan kufur yang sebenar-benarnya dijukukan terhadap orang yang tidak meyakini imamah amirul mukminin dan para imam dari keturunannya dan meyakini bahwa mereka memiliki derajat keutamaan atas selainnya. Bagi orang yang tidak berkeyakinan demikian, maka mereka akan kekal di dalam neraka.”
Diambil dari buku “Pengkhianatan-Pengkhianatan Syi’ah dan Pengaruhnya Terhadap Kekalahan Umat Islam.” Pustaka Al Kautsar Jakarta.