>

oleh: Dr. Imad Ali Abdus Sami’ hafizahullohu. 
Berkata Syaikh Muhammad Hasan An Naifi dalam kitab Jawahir Al Kalam, 6/62. Dar Ihya’ At Turats Al Arabi Beirut:

“Orang yang berbeda dengan ahlul haq adalah kafir yanpa ada perselisihan di antara kami.”

Pendapat yang sama dianut oleh Al Mukhki dari Al Fadhil Muhammad Shaleh dalam kitab Syarh Ushul Al Kahfi dan Asy Syarif Al Qadhi Nurullah dalam kitab Ihqaqul Haq:

“Kufur hukumnya orang yang mengingkari otoritas para imam (imam duabelas -red), karena itu merupakan salah satu dasar dari dasar agama.”

Telah menukilkan Syaikh Muhsin Ath Thabathaba’i yang bergelar Al Hakim:

“Kafir hukumnya bagi orang yang menyalahi para imam, dan ini tanpa ada perselisihan di antara mereka.”

(Kitab Mustamsik Al Urwah Al Wutsqa, 1/392 Cet-3 Mathaba’ah Al Adab An Najaf. 1970).
Berkata Ayatullah Asy Syaikh Abdullah, yang biasa mereka kenal dengan sebutan Al Allamah At Tsani dalam Kitab Tanqihul Maqaam, I/208 bab Al Fawa’id An Najf, 1952. Pesan yang terpenting yang kita terima adalah:
“Di akhirat nanti dianggap kafir dan musyrik bagi orang-orang yang tidak mengikuti imam dua belas.”
Diambil dari buku “Pengkhianatan-Pengkhianatan Syi’ah dan Pengaruhnya terhadap Kekakalah Umat Islam.” Pustaka Al Kautsar Jakarta.