>

oleh: Jamal bin Furaihan Al Haritsi hafizahullohu. 
Telah diriwayatkan oleh Al Imam Ath Thabari dalam kitab At Tarikh karya beliau II/661, dari ‘Amir bin Sa’id, bahwa dia berkata:

“Orang pertama yang telah berani menentang Khalifah Utsman bin Affan dengan pernyataan-pernyataan yang provokatif adalah seorang yang bernama Jabalah bin ‘Amr As-Sa’idi. Pada suatu hari Khalifah Utsman bin Affan lewat di hadapannya, yang ketika itu dia (Jabalah) sedang duduk-duduk di tengah-tengah kaumnya dalam keadaan tangannya memegang sebuah belenggu. Maka ketika Khalifah Utsman bin Affan di hadapan mereka, beliau mengucapkan salam, dan kaum itu pun membalas salam tersebut. 


Kemudian berkatalah Jabalah kepada kaumnya: “Kenapa kalian membalas salam seseorang yang telah berbuat begini dan begitu?!”

Kemudian orang tadi datang menemui Utsman seraya berkata, “Demi Alloh, saya akan kalungkan belenggu ini di lehermu atau kau pecat para menterimu itu!”

Lalu Utsman menjawab, “Siapa yang engkau maksud? Demi Alloh, aku telah selektif dalam memilih orang (pejabat).”

Jabalah berkata, “Orang semacam Marwan kau telah selektif dalam memilihnya?! Orang semacam Mu’awiyah kau telah selektif dalam memilihnya?! Orang semacam ‘Abdullah bin ‘Amr bin Kuraiz kau telah selektif dalam memilihnya?!”

Maka Khalifah Utsman bin Affan segera berpaling dari kaum tersebut. Sejak kejadian itulah manusia telah berani lancang dalam menghina Khalifah Utsman bin Affan hingga hari ini.”

Telah diriwayatkan pula oleh Al Imam Ath Thabari dalam kitab At Tarikh karya beliau II/661 dari Abu Habibah, bahwa dia berkata:

“Suatu hari Khalifah Utsman bin Affan berkhutbah di hadapan kaum Muslimin (rakyatnya). Tiba-tiba berdirilah seseorang di hadapannya yang dikenal dengan nama Jahjah Al Ghifari, dan tiba-tiba orang tersebut berteriak, “Wahai Utsman! Ketahuilah sengaja kami datangkan seekor hewan tunggangan (onta) yang tua ini, lengkap dengan pakaian dan sebuah belenggu. Maka turunlah kamu! Untuk kami kenakan pakaian ini sekaligus membelenggumu dan mengusungmu di atas hewan tua ini untuk kemudian melemparkanmu ke kepulan api!”

Maka Khalifah Utsman menjawab, “Semoga Alloh menjelekkanmu dan menjelekkan pula amalanmu ini.”

Diambil dari buku “Mengidentifikasi Neo Khawarij sebagai Sejelek-Jelek Mayat di Kolong Langit.” Pustaka Qoulan Sadida Malang.