>

oleh: Jamal bin Furaihan Al Haritsi hafizahullohu. 
Diriwayatkan oleh Al Imam Ath Thabari dalam kitab Tarikh karya beliau III/113-114, dari ‘Aun bin Abi Juhaifah, bahwa Khalifah Ali bin Abi Thalib ketika hendak mengutus Abu Musa Al Asy’ari dalam rangka penentuan hukum perselisihan yang terjadi, maka didatangkanlah dua orang dari anggota kelompok Khawarij kepadanya. Kedua orang ini bernama Zur’ah bin Al Burj Ath Tha’i dan Hurqush bin Zuhair As Sa’di. Kemudian keduanya masuk menemui Khalifah Ali bin Abi Thalib seraya berkata, “Tidak ada hukum kecuali milik Alloh!”

  • Khalifah Ali menjawab, “Benar, memang tidak ada hukum kecuali milik Alloh.”
  • Hurqush mengatakan, “Bertaubatlah engkau wahai Ali dari dosa-dosamu! Dan rujuklah kamu dari keputusanmu!”
  • Zur’ah bin Al Burj pun berkata kepada beliau, “Demi Alloh, ketahuilah wahai Ali! Kalau seandainya engkau tetap berhukum kepada hukum manusia dalam urusan yang telah ditentukan dalam Al Qur’an maka pasti aku akan memerangimu dengan penuh mengharap wajah Alloh dan ridha-Nya!”
  • Khalifah Ali menjawab, “Celakalah kamu! Betapa jeleknya kamu!! Apakah kau anggap aku akan menjadi korban pembunuhanmu dengan semudah itu?!”
  • Zur’ah menjawab, “Ya. Bahkan aku berharap itu semua terjadi. 
  • Khalifah Ali menjawab, “Kalau seandainya aku berada di atas kebenaran, maka kematian di atas al Haq adalah sebagai peristirahatan dari keduniaan. Sesungguhnya syaithan telah menyesatkan kalian. Takutlah kalian kepada Alloh, sesungguhnya tidak ada sedikit pun kebaikan bagi kalian jika kalian berperang karena didasari perkara duniawi. 
Diambil dari buku “Mengidentifikasi Neo-Khawarij sebagai Sejelek-Jelek Mayat di Kolong Langit.” Pustaka Qoulan Sadida Malang.