oleh: Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh hafizahullohu.

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Kami sempurnakan atas kalian nikmat-Ku, dan telah ku ridhai Islam sebagai agama kalian.” (QS. Al Maa’idah: 3)
Berkata Al Imam Malik rohimahullohu ketika menjelaskan tentang ayat ini:

“Suatu perkara yang bukan bagian dari agama  pada hari itu, maka pada hari ini pula bukan bagian daripada agama.”

Sehingga dengan itu setiap perkara, baik dalam bentuk ibadah, akhlak, mu’amalah, ataupun aqidah yang tidak didapati pada hari itu -yaitu pada hari Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam masih hidup bersama para shahabatnya menyampaikan dan mengajarkan serta menanamkan seluruh urusan agama sampai wafatnya beliau- maka ibadah, akhlaq, mu’amalah, maupun aqidah tersebut bukan bukan bagian daripada Islam. Sehingga dengan itu, Islam adalah agama yang tidak perlu ditambah-tambah lagi, atau direvisi beberapa ketentuan-ketentuannya.
Islam yang telah difahami, diyakini, dan diamalkan oleh para shahabat Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam sebagai murid-murid langsung beliau adalah Islam yang telah sempurna., aqidah mereka adalah aqidah yang benar dan lurus, akhlaq dan mu’amalah mereka adalah ahlaq dan mu’amalah yang patut dicontoh oleh seluruh umat yang datang setelah mereka. Hal ini sebagaimana Alloh pertegas di dalam firman-Nya:
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
“Dan barangsiapa yang menentang Rosul, setelah jelas baginya kebenaran, dan mengikuti selain Sabiilul Mu’miniin, Kami biarkan dia leluasa terhadap kesesatan yang disukainya itu dan Kami masukkan dia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An Nisaa: 115).
-bersambung ke bagian 2-
Diambil dari buku MEREKA ADALAH TERORIS. Penerbit Qoulan Sadida Malang.