oleh: Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh hafizahullohu.

 

Agama yang telah lengkap dan terjaga tersebut senantiasa terjaga dan lestari hingga akhir zaman. Bahkan Alloh Ta’ala langsung yang menjamin terjaganya dien ini, sebagaimana Alloh tegaskan di dalam Firman-Nya:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.” (QS. Al Hijr: 9).
Maka agama yang telah lengkap dan sempurna ini diwarisi dari Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam oleh para shahabatnya, kemudian murid-murid mereka, dan seterusnya di setiap masa diwarisi oleh para ‘ulama dari kalangan ahlul hadits Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Mereka adalah pewaris para Nabi, sebagaimana disebutkan oleh Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam di dalam haditsnya:

“Sesungguhnya para ‘ulama itu adalah pewaris para Nabi. Dan para Nabi itu tidaklah mewariskan dinar dan dirham. Namun mereka mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambil ilmu tersebut, sungguh ia telah mendapat bagian yang sangat besar.”

(Dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud, no. 3641).

Mereka adalah pewaris Nabi, yang dipercaya untuk mengemban ilmu agama ini, menjaga dan mendakwahkannya kepada umat. Mereka juga dipercaya untuk menjaga dan membentengi agama ini dari berbagai macam penyimpangan dan penyelewengan. Merekalah orang-orang adil dan terpercaya di tengah-tengah umat ini. 

“Ilmu agama ini akan terus dibawa oleh orang-orang adil (terpercaya) dari tiap-tiap generasi, yang selalu berjuang membersihkan agama ini dari: (1). Tahfirul Ghalin (pemutarbalikkan pengertian agama yang dilakukan oleh orang-orang yang menyimpang); (2). Intihalul Mubthilin (kedustaan orang-orang yang sesat yang mengatasnamakan agama); (3). Ta’wilul Jahilin (Penta’wilan agama yang salah yang dilakukan oleh orang-orang yang jahil).”

(Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani di dalam Al Misykah).
Maka di setiap masa dan waktu Alloh bangkitkan di tengah-tengah umat ini ‘ulama yang siap tampil membela dan membentengi agama ini dari musuh-musuhnya. Dengan keberadaan ‘ulama ini, terbongkarlah kedok dan borok para penyesat umat, sehingga tidak tersisa satu tempat persembunyian pun bagi mereka melainkan telah diketahui dan diporak-porandakan. Sehingga umat tidak lagi mudah ditipu oleh mereka. Bahkan dengan bimbingan para ‘ulama, umat dapat menangkap basah mereka, sehingga kemuliaan mereka bisa dilucuti dan dibuka berbagai kesalahan dan penyimpangan yang ada pada mereka.
Sebagian orang mengadu kepada ‘Abdullah Ibnul Mubarak rohimahullohu tentang tersebarnya hadits-hadits palsu, maka beliau menjawab:

“Para ahlul hadits yang akan menghadapinya.”

(Diriwayatkan oleh Al Khathib dalam Al Kifayah, 36-37).
Merekalah para ‘ulama ahlul hadits yang siap membela dan membentengi agama ini. Mereka adalah Ath Thaifah Al Manshurah yang selalu eksis, menang, dan jaya di atas musuh-musuhnya sampai hari kiamat nanti.
Diambil dari buku MEREKA ADALAH TERORIS. Penerbit Pustaka Qoulan Sadida – Malang.