oleh: Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh hafizahullohu.

Salah satu prinsip terpenting dalam agama ini adalah prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Yang dengan tegas diperintahkan oleh Alloh Ta’ala di dalam ayat-Nya:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar (menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar); merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali ‘Imraan: 104).
Prinsip amar ma’ruf nahi munkar ini adalah salah satu kelebihan umat Islam dibandingkan umat yang lain, yang menjadikan mereka sebagai umat terbaik. Alloh Ta’ala berfirman:
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, kalian menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar serta kalian beriman kepada Alloh.” (QS. Ali ‘Imraan: 110).

Begitupun dalam beberapa hadits Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam, dengan tegas beliau memerintahkan umat ini untuk mengingkari kemunkaran. Yang perlu diketahui dan dipahami oleh setiap pribadi muslim, bahwa amar ma’ruf nahi munkar merupakan salah satu ibadah dari sekian ibadah yang telah diwajibkan oleh Alloh kepada hamba-hamba-Nya. Setiap ibadah memiliki syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi. Tak luput pula ibadah amar ma’ruf nahi munkar ini.

Namun yang sangat disayangkan ketika kebanyakan umat ini terkhusus pada aktivis kelompok-kelompok sempalan, tidak mengerti tentang ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat dari amar ma’ruf nahi munkar. Sehingga kebanyakan tindakan mereka yang mereka klaim sebagai upaya amar ma’ruf nahi munkar, ternyata telah keluar dari batas-batas ketentuan dan syarat-syarat yang telah diletakkan oleh Alloh dan Rosul-Nya. Yang ada bukan kema’rufan yang muncul, malah melahirkan kemungkaran yang jauh lebih besar. Ketika sebuah kemungkaran diingkari dengan cara dan sistem yang keluar dari ketentuan Alloh dan Rosul-Nya serta apa yang dibimbingkan oleh para ‘ulama, maka kemungkaran ini akan melahirkan efek negatif yang besar, tidak hanya kepada sang pengingkar kemungkaran saja, tetapi juga mengenai pihak-pihak lain yang tak bersalah.

Diambil dari buku MEREKA ADALAH TERORIS. Penerbit Pustaka Qoulan Sadida – Malang.